Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 19 Oktober 2021
Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali meniadakan tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud tahun ini karena Kota Solo masih berstatus PPKM Level 2.

Kedua tradisi tersebut biasanya rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sejak Kerajaan Demak.

Pengageng Parentah Keraton Solo KGPH Dipokusumo mengatakan, perayaan pasar malam Sekaten dan Grebeg Maulud atau gunungan belum bisa digelar tahun ini. Hal ini mengacu situasi Solo belum memungkinkan karena masih PPKM Level 2.

Baca Juga:

Geser Libur Maulid Nabi, Wapres tak Mau Indonesia Terperosok lagi seperti India

"Situasi masih pandemi PPKM Level 2 kita tidak bisa menggelar acara dengan jumlah orang banyak," kata Gusti Dipo sapaan akrab, Selasa (19/10).

Dikatakannya, bisanya peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dirayakan Keraton Surakarta dengan menggelar tradisi Sekaten yang ditandai dengan ditabuhnya dua gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Kedua gamelan itu ditabuh selama tujuh hari.

"Dua pekan sebelum kedua gamelan pusaka tersebut ditabuh di Bangsal Pradonggo selatan dan utara di halaman Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," katanya.

Tradisi lainnya, kata dia, biasanya juga digelar pasar malam yang di kawasan alun-alun. Masyarakat bisa menikmati berbagai hiburan, permainan dan kuliner, hingga satu pekan setelah gamelan sekaten selesai ditabuh.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (MP/Ismail)
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (MP/Ismail)

Kemudian sebagai acara puncak juga digelar Grebeg Maulud yang ditandai diaraknya dua gunungan masing-masing jaler (pria) dan setri (istri) dari Keraton menuju halaman Masjid Agung untuk diperebutkan masyarakat yang mencari berkah atau ngalap berkah.

Ia mengatakan. sebelumnya di tahun 2020 baik Sekaten maupun Grebeg Maulud juga ditiadakan Keraton Solo dengan alasan pandemi COVID-19. Kegiatan itu kalau diadakan akab menimbulkan kerumunan.

"Jadi karena mempertimbangkan masih situasi pandemi COVID-19, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII memerintahkan untuk diadakan lagi tahun ini,” ucapnya.

Baca Juga:

Wapres Ma'ruf Buka-bukaan Alasan Geser Libur Maulid Nabi

Namun, lanjutnya, untuk kegiatan jamasan pusaka dan wilujengan akan tetap digelar secara internal. Prosesi jamasan pusaka hingga wilujengan rencananya digelar dengan peserta sangat terbatas di lingkungan Keraton Solo.

“Jamasannya digelar di Bangsal Maligi. Kalau untuk selamatan (wilujengan) digelar di dalam keraton dengan peserta 50 sampai 100 orang saja. Wilujengan ini juga untuk mengganti Grebeg Maulud,” ujarnya.

Ia mengakui. keputusan meniadakan deretan prosesi tersebut cukup berat. Namun, masyarakat diminta untuk maklum karena berpotensi muncul klaster baru.

“Jangan sampai prosesi ini justru menambah kasus corona baru. Kami ingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Libur Maulid Nabi, ASN Dilarang Cuti

#Keraton Solo #Maulid Nabi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
PB XIV Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai penerus PB XIII lewat upacara jumenengan. Sebelumnya Purbaya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Konflik daualisme kepemimpinan makin rumit.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
Indonesia
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Adanya efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada revitalisasi Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Tradisi
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Gunungan ludes dalam waktu sekitar 10 menit.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Indonesia
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Gelombang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema. Malam puncak 25 Agustus bukan sekadar ritual, melainkan momentum spiritual umat Islam.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Lifestyle
Besok Libur Apa? 25 Agustus 2026 Ternyata Tanggal Merah
Besok libur apa? Selasa, 25 Agustus 2026 merupakan tanggal merah dan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Cek juga cuti dan libur Agustus 2026.
ImanK - Senin, 24 Agustus 2026
Besok Libur Apa? 25 Agustus 2026 Ternyata Tanggal Merah
Lifestyle
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: 26 Prompt Poster AI Beserta Ucapan Siap Pakai
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 diperingati 25 Agustus. Simak 26 prompt poster AI lengkap dengan ucapan Maulid Nabi siap pakai.
ImanK - Minggu, 23 Agustus 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: 26 Prompt Poster AI Beserta Ucapan Siap Pakai
Tradisi
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Dua gamelan sekaten tersebut dibunyikan sebagai tanda dimulainya acara adat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Mulud Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Indonesia
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Surat keberatan telah dikirim kepada DJKI sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam proses pendaftaran merek.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Tradisi
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Kirab Pusaka Malam 1 Suro harus sesuai dhawuh dalem Raja dan mengimbau agar tidak terjadi gesekan antar kubu.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Bagikan