Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo

Menbud menyerahkan SK pada Tedjowulan sebagai pelaksana Keraton Solo, Minggu (18/1). (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan sikap pemerintah dalam menangani polemik berkepanjangan di Keraton Solo.

Hal itu disampaikan Fadli saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Fadli menyebutkan, konflik dan perselisihan di Keraton Solo sudah berlangsung cukup lama. Setelah 40 hari wafatnya PB XIII, Kementerian Kebudayaan mengundang seluruh pihak terkait untuk berdialog. Namun, tidak semua pihak memenuhi undangan tersebut.

“Keraton Solo ini konfliknya memang sudah cukup panjang. Setelah 40 hari wafatnya PB XIII, kami undang semua pihak, tapi yang datang tentu yang kami engage,” kata Fadli.

Baca juga:

Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman

Menurut dia, ada pihak yang menolak hadir karena menganggap pemerintah keliru dalam menyampaikan undangan.

Penolakan itu berkaitan dengan penggunaan nama raja dalam undangan, sementara saat ini terdapat dua pihak yang saling mengklaim sebagai raja Keraton Solo.

“Ada yang tidak mau hadir karena undangannya dianggap salah, maunya pakai nama raja, padahal rajanya ada dua dan saling mengklaim,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, pemerintah mengambil pendekatan administratif dengan mengundang pihak-pihak terkait atas nama individu sesuai identitas kependudukan.

Baca juga:

GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton

“Kami dari pemerintah mengundang sesuai KTP. Jadi yang hadir adalah pihak yang kami undang,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah menunjuk penanggung jawab pelaksana di Keraton Solo karena lembaga adat tersebut menerima hibah dari Pemerintah Kota Surakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga APBN.

Selama ini, kata Fadli, penerima hibah disebutkan atas nama pribadi sehingga ke depan diperlukan pertanggungjawaban yang lebih jelas.

“Kami ingin ada pertanggungjawaban, terutama terkait hibah dari APBN,” ucapnya.

Baca juga:

Traktir Makan 2 Raja Kembar Keraton Surakarta, Wapres Gibran Titip Jaga Solo

Selain itu, pemerintah juga menunjuk Panembahan Agung Tejo Wulan sebagai penanggung jawab pelaksana yang bertugas memfasilitasi musyawarah keluarga Keraton Solo.

Fadli menegaskan, penunjukan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencampuri urusan internal keluarga.

Ia juga menyoroti kondisi Keraton Solo sebagai cagar budaya seluas sekitar 8,5 hektare yang dinilai tidak terawat akibat konflik, termasuk adanya aksi saling menggembok bangunan. Bahkan revitalisasi museum baru mencapai 25 persen sebelum kembali terhenti.

“Kalau negara tidak hadir, nanti dianggap membiarkan. Tapi intervensi kami hanya untuk cagar budayanya, bukan urusan internal keluarga,” tegas Fadli.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta untuk menangani persoalan tersebut sesuai aturan yang berlaku. (Pon)

#Keraton Solo #Fadli Zon #Pemerintah RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Taman Mini Indonesia di Polandia siap diperluas! Kementerian Kebudayaan bakal tambah anjungan rumah adat lintas provinsi di Eropa. Cek detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Indonesia
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
PB XIV Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai penerus PB XIII lewat upacara jumenengan. Sebelumnya Purbaya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Konflik daualisme kepemimpinan makin rumit.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PB XIV Hangabehi Kukuhkan Penerus PB XIII, Konflik Keraton Solo Makin Rumit
Indonesia
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Adanya efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada revitalisasi Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Tradisi
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Gunungan ludes dalam waktu sekitar 10 menit.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Tradisi
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Dua gamelan sekaten tersebut dibunyikan sebagai tanda dimulainya acara adat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Mulud Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Indonesia
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Indonesia
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Pertemuan itu membawa pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul,.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Indonesia
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Surat keberatan telah dikirim kepada DJKI sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam proses pendaftaran merek.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Indonesia
Indonesia Kembali Masuk Komite UNESCO Setelah 12 Tahun, Siap Bawa AI ke Dunia Budaya
Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030 dengan 113 suara. Fokus pada AI, preservasi digital, dan ketahanan budaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Indonesia Kembali Masuk Komite UNESCO Setelah 12 Tahun, Siap Bawa AI ke Dunia Budaya
Bagikan