Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pengamat Sebut Penerapan PSBB di Jakarta Sangat Buruk

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2020
Pengamat Sebut Penerapan PSBB di Jakarta Sangat Buruk

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan PSBB di Jakarta (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan menilai, perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta tak lepas dari tak maksimalnya penerapan PSBB selama dua pekan terakhir.

Tigor melihat, petugas Pemprov lebih banyak bermain pencitraan di pemberitaan media semata tentang pengawasan di Check Poin PSBB di jalan-jalan raya Jakarta.

"Selebihnya PSBB hanya label saja tanpa ada usaha pengawasan dan penegakan aturan secara baik guna menekan penyebaran COVID-19," jelas Tigor dalam keteranganya, Kamis (24/4).

Baca Juga:

Pimpinan DPRD Desak Anies Segera Ajukan Perpanjangan PSBB

Tigor mencontohkan, data perkembangan kasus COVID-19 pada tanggal 10 April 2020 di Jakarta menunjukan ada 1810 kasus positif COVID-19, pasien meninggal dunia 156 orang dan kasus sembuh ada 82 orang.

Sepekan PSBB Jakarta, tanggal 16 April data kasus COVID-19 menunjukan ada 2670 kasus positif, meninggal dunia 248 orang dan yang sembuh menjadi 202 orang. Selanjutnya pada hari ini jam 13.10 wib tanggal 22 April 2020 terdapat 3399 kasus pasien positif, meninggal dunia 308norang dan pasien sembuh 291 orang.

Data perkembangan perkara COVID-19 di Jakarta ini membuktikan bahwa masih terus terjadi pertambahan kasus positif di Jakarta. "Pertambahan ini bisa jadi bukti bahwa PSBB di Jakarta tidak dijalankan oleh pemprov Jakarta secara konsisten dan salah satu dampak nyatanya adalah penambahan kasus positif COVID-19 yang terus terjadi," jelas Tigor.

Tigor melanjutkan, ada saja kejadian yang mencerminkan terjadinya pelanggaran terhadap aturan PSBB itu sendiri di wilayah Jakarta. Misalnya pada tanggal 15 dan 16 April 2020 terjadi penumpukan penumpang di stasiun dan kereta listrik (KRL) dari Bogor, Depok dan Bekasi menuju ke Jakarta.

Kejadian penumpukan penumpang ini menunjukan bahwa di Jakarta masih banyak perkantoran atau perusahaan yang seharusnya libur tetapi masih beroperasi. Para pekerja rupanya masih diharuskan masuk bekerja ke Jakarta maka terjadilah kepadatan penumpang di stasiun dan KRL dari Bogor, Depok dan Bekasi yang menuju Jakarta.

"Padahal sejak tanggal 15 April hingga 23 April 2020 sudah Bogor, Depok dan Bekasi mulai menerapkan PSBB. Begitu pula pada hari Sabtu 19 April 2020, banyak media massa mewartakan penumpukan orang di Pasar Kaget menjual ikan di jalan Jatinegara Jakarta Timur," terang Tigor.

Pemprov DKI memperpanjang penerapan PSBB selama 28 hari
Pemprov DKI Jakarta memperpanjang penerapan PSBB selama 28 hari. Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)

Ia melihat, jelas penumpukan itu jadi bukti bahwa masih banyak perkantoran dan usaha yang beroperasi dan tidak ada upaya kerja aparat pemprov Jakarta untuk mencegah guna melawan penyebaran COVID-19. Termasuk juga hingga saat ini pendistribusian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat belum juga diterima oleh warga miskin dan potensi miskin secara tepat.

Koordoninator Forum Waega Kota Jakarta ini menyebut, banyak warga miskin yang seharusnya dibantu tetapi tidak mendapatkan bansos tersebut. "Beberapa kejadian yang bertentangan dengan aturan PSBB ini perlu dilakukan evaluasi yang benar oleh pemprov Jakarta serta pemerintah pusat terhadap penerapan PSBB di Jakarta setelah dua berjalan," imbuh Tigor.

Tigor menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Kesehatan harus melakukan evaluasi terhadap kinerja pemprov Jakarta dalam menjalan PSBB di Jakarta. Evaluasi ini diperlukan karena pemerintah pusat yang memberikan izin kepada pemprov Jakarta melakukan PSBB di Jakarta.

"Pemerintah pusat harus memberikan catatan perbaikan atas banyaknya kejadian yang melanggar aturan PSBB dan mengawasi pelaksanaan perpanjangan PSBB di Jakarta berikutnya," terang Tigor.

Baca Juga:

Anak Buah Anies Tunggu Arahan Luhut Terkait Mekanisme Larangan Mudik

Terkait dengan pendistribusian bansos, pemerintah pusat juga harus mengawasi kerja pengadaan dan distribusi bansos oleh Pemprov Jakarta. Bila perlu pemerintah pusat memberi tahu cara yang benar dan baik melakukan program bansos di tengah wabah COVID-19 kepada pemprov Jakarta.

"Juga pemerintah pusat perlu mengadakan pusat informasi dan pengaduan distribusi bansos pemerintah pusat yang dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai alat monitoring," tutup Tigor. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan