Pengamat Sebut PAN di Ambang Perpecahan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 10 Maret 2020
Pengamat Sebut PAN di Ambang Perpecahan

lambang Partai Amanat Nasional.(dokumentasi DPP PAN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin meliha ada kemungkinan PAN berada di ambang perpecahan. Hal ini pasca adanya tuduhan bahwa kongres PAN di Kendari brutal dan curang.

"Ketika titik-titik kompromi itu tidak ada, lalu ditambah dengan kelompok Amin Rais dan Mulfahri tidak diakomodir bahkan cenderung disingkirkan maka wacana untuk membuat PAN reformasi atau dengan nama lainnya, itu kemungkinan besar akan terlaksana," tutur Ujang kepada wartawan, Rabu (11/3).

Baca Juga:

Persaingan Tinggalkan Luka, Zulhas Janji Rangkul Semua Masuk Pengurus PAN

Apa yang terjadi di PAN, menurut Ujang, sama dengan yang terjadi pada parpol-parpol Islam lainnya seperti PPP, dan terbaru PKS.

"Ada gejala parpol-parpol Islam mengalami perpecahan pasca Reformasi," jelas dia.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (dua kanan) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tiga kanan) dalam pembukaan rakernas PAN di Hotel Milenium, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (dua kanan) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tiga kanan) dalam pembukaan rakernas PAN di Hotel Milenium, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, ruang kompromi sudah tertutup karena SK Kemenkumham sudah keluar.

"Artinya kepengurusan Zulhas sudah sah. Di satu sisi Amien Rais menginginkan kepengurusan jangan disahkan dulu," katanya.

Baca Juga:

Zulhas Sebut DPR dan DPD Sepakat Kembalikan Wewenang MPR Tetapkan GBHN

Menurut Ujang, di situ letak pertarungan antara Zulhas yang "disokong" oleh pemerintah, di satu sisi Amien Rais yang memang didukung oleh para loyalisnya.

"Inilah yang sebenarnya kita sangat prihatin, PAN yang lahir dari rahim Reformasi akan pecah menjadi PAN reformasi, ini sangat prihatin," tuturnya.

Mengenai dugaan intervensi pemerintah yang berada di kubu Zulhas, Ujang mengatakan indikasi itu sangat terlihat.

"Memang PAN tidak mau secara vulgar menuduh pemerintah, tapi siapa lagi pihak ketiga yang katakanlah memiliki instrumen yang kuat untuk mengintervensi, selain kekuatan itu," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Nasib Amien Rais di Tangan Zulkifli Hasan

#PAN #Amien Rais
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PAN Respons Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Saleh Daulay: Menarik tapi Perlu Dikaji Mendalam
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay merespons usulan pilkada tanpa wakil kepala daerah. Menurutnya gagasan tersebut memerlukan kajian mendalam sebelum diterapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
PAN Respons Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Saleh Daulay: Menarik tapi Perlu Dikaji Mendalam
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
PAN menolak usulan KPK soal pembentukan lembaga pengawas kaderisasi partai. Hal itu dinilai bisa melanggar konstitusi.
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Negara memberikan ruang kemandirian bagi partai politik untuk mengatur kehidupan organisasinya sendiri.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Indonesia
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
PAN menegaskan tindakan yang dilakukan Fikri Thobari merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mencerminkan nilai serta prinsip partai.
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
Indonesia
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dari Struktur Partai Imbas OTT KPK
PAN menghormati proses hukum terkait OTT Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari yang sedang berjalan di KPK
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dari Struktur Partai Imbas OTT KPK
Indonesia
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai wacana yang digagas PAN sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Indonesia
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
PAN mengusulkan agar ambang batas pilpres dan parlemen dihapus dalam revisi UU Pemilu.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
Indonesia
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Amien Rais mengatakan, sampai kapan pun, Jokowi tidak akan menunjukkan ijazahnya karena memang tidak punya ijazah.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Bagikan