Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pemilu 2019

Pengamat Nilai Pilihan Golput Tepat Hanya Pada Masa Rezim Soeharto

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 05 April 2019
 Pengamat Nilai Pilihan Golput Tepat Hanya Pada Masa Rezim Soeharto

Pengamat Politik UI Ari Junaedi (Foto: youtube/net-tv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kontroversi golongan putih (Golput) atau pemilih yang enggan menggunakan hak pilihnya masih terus berlanjut. Gerakan golput dinilai menjadi ancaman serius dalam Pemilu 2019.

Lantas, apakah golput itu pilihan politik yang tepat atau sekadar ungkapan keputusasaan terhadap sistem politik di Tanah Air?

Pengamat politik Ari Junaedi menilai gerakan golput sekarang ini sudah tidak relevan lagi. Sebab, menurut dia, golput hanyalah sikap yang tidak bertanggung jawab dan irasional.

Ilustrasi soal Golput
Ilustrasi golput. Foto: net

Lebih lanjut, Ari menegaskan pilihan golput hanya bisa berlaku pada masa rezim Soeharto dimana pilihan politik didikte sedemikian sehingga perlu dilawan dengan cara tidak memilih.

"Andai mereka pernah mengalami kekejaman dan kooptasi Soeharto yang luar biasa tidak beradab, maka cara golput adalah tepat," kara Ari Junaedi kepada merahputih.com di Jakarta, Jumat (5/4).

Menurut pengajar Universitas Indonesia ini, golput di zaman Orde Baru baru bisa disebut benar dan terpuji karena pemenang pemilu sudah ditentukan Cendana sebelum pemilu berlangsung dan presidennya pasti Soeharto.

BACA JUGA: Pelaku Golput Tidak Mudah Ditindak

BPN Temukan Jejak Digital Megawati Pernah Serukan Golput

Kaum Milenial Diminta Jangan Golput

"Nah di era sekarang sungguh sangat naif dan tidak relevan ketika ada dua alternatif. Pilih saja yang terbukti kerja atau yang terbukti "omdo". Jika mereka kecewa dengan kinerja parpol yang wakilnya di parlemen tidak kapabel toh kan bisa memilih partai lain. Bukan berarti harus "puasa" mencoblos," beber Ari Junaedi.

Ari menganggap, pernyataan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri soal kecaman golput, sebaiknya dicerna dengan jernih sebagai bentuk tanggungjawab seorang tokoh bangsa yang selalu optimis melihat NKRI tegak berdiri.(Knu)

#Golput Pilpres #Pengamat Politik #Pemilu 2019 #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Bagikan