Kaum Milenial Diminta Jangan Golput
Ilustrasi golput. Foto: net
MerahPutih.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 semakin dekat. Potensi golongan putih alias golput diprediksi tinggi karena kurangnya pemahaman pemilih terhadap para calon anggota dewan dan presiden.
Politisi NasDem, Maphilinda Syahrial Oesman, meminta masyarakat khususnya kaum milenial untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Menurut istri mantan Gubernur Sumsel ini, suara anak muda cukup tinggi pengaruhnya bagi kelangsungan bangsa dan negara ke depan.
"Nah, ketika mereka diam atau tidak punya andil dalam memilih pemimpin bangsa, itu tidak akan punya pengaruh apapun dalam hidup mereka. Bisa jadi mereka terbawa arus kepemimpinan yang bahkan mereka tak ingin dan malah menyebabkan mimpi mereka pun ikut berubah," kata Maphilinda dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (28/3)
Dirinya pun memiliki saran kepada para anak-anak muda yang belum memiliki pilihan agar selalu memperbaharui informasi terkait Pilpres, Pileg, serta mengikuti setiap agenda debat kandidat yang ditayangkan di media massa.
Angka golput diperkirakan bertambah pada Pemilu 2019. Tren golput memang meningkat setiap pesta demokrasi digelar. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu tercatat sebanyak 190.291.110 juta orang. Lalu, mereka yang tidak memilih mencapai 56.732.857 suara atau 29,8 persen. Padahal, pada 2014 angka golput masih pada kisaran 27,7 persen. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu