MerahPutih.com - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah adanya pembahasan terkait isu fusi atau “merger” antara Partai Gerindra dan Partai NasDem.
Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan, hingga kini tidak pernah ada komunikasi maupun agenda resmi yang membicarakan hal tersebut.
“Seperti yang disampaikan oleh NasDem, kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu,” ujar Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4).
Dasco mengaku terkejut dengan munculnya isu tersebut di ruang publik. Menurut dia, kabar mengenai kemungkinan fusi kedua partai tidak memiliki dasar yang jelas karena tidak pernah dibahas di internal maupun antarpartai.
Baca juga:
“Kita juga bingung sebenarnya isu ini dari mana,” katanya.
Ia menilai, klarifikasi yang telah disampaikan oleh pihak NasDem sudah cukup untuk meluruskan informasi yang beredar. Dalam konteks ini, NasDem dianggap sebagai pihak yang lebih dahulu menjadi sorotan terkait isu tersebut.
“Karena NasDem sudah menjelaskan, kami rasa itu sudah cukup,” ujar Dasco.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, juga menyatakan hal serupa. Ia menegaskan, belum ada pembahasan internal mengenai wacana fusi dengan Partai Gerindra.
Baca juga:
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Saan bahkan mengaku terkejut dengan mencuatnya isu tersebut. Ia menjelaskan, dalam istilah politik, penggabungan partai lebih tepat disebut sebagai fusi, bukan merger atau akuisisi.
“Ini juga saya kaget, tiba-tiba muncul isu fusi Gerindra dan NasDem,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebelumnya.
Menurut Saan, hingga saat ini fokus utama partainya masih pada penguatan internal. Konsolidasi organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi prioritas utama dibandingkan membahas wacana penggabungan partai.
“Kami masih fokus konsolidasi internal, membangun struktur partai di semua tingkatan,” ujarnya.
Pernyataan dari kedua pimpinan partai tersebut mempertegas bahwa isu fusi yang beredar di publik tidak memiliki dasar pembahasan resmi. Baik Gerindra maupun NasDem memastikan tidak ada agenda penggabungan dalam waktu dekat. (Pon)