Pemkot Bogor Kehabisan Vaksin Booster

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 Maret 2022
Pemkot Bogor Kehabisan Vaksin Booster

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menjelang Ramadan tahun ini, capaian vaksinasi penguat atau booster di Kota Bogor masih rendah, salah satu penyebabnya stok vaksin AstraZeneca dan Pfizer dosis setengah sudah habis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Januari hingga Maret 2022, Kota Bogor hanya mendapatkan dua jenis vaksin penguat, yakni AstraZeneca dan Pfizer, dengan jumlah sekitar 144.000 dosis dan sudah disuntikkan.

Baca Juga:

Jelang Mudik, Warga Tangerang Ikuti Vaksinasi Booster

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berharap segera mendapatkan stok vaksin penguat untuk melanjutkan program vaksinasi COVID-19 bagi seluruh masyarakat jelang Ramadan 1443 Hijriah.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan, karena vaksinasi penguat merupakan kebijakan nasional sehingga diharapkan pengiriman stok vaksin berjalan lancar.

"Supaya tidak terputus. Artinya kita punya PR (Pekerjaan Rumah) untuk menyempurnakan dua vaksin dan kemudian yang penguat," ujarnya.

Ia menegaskan, jika stok vaksin kembali tersedia, katanya, sentra-sentra vaksinasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan kepolisian dan TNI akan dapat mengejar capaian vaksinasi penguat di masyarakat.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor hanya memiliki stok vaksin Sinovac sebanyak 139 dosis untuk anak usia 6-11 tahun dosis kesatu dan kedua, vaksin Covovax sebanyak 4.000 dosis untuk usia lebih dari 18 tahun dosis kesatu dan kedua.

Data vaksinasi COVID-19 Dinas Kesehatan itu, pada Senin (28/3) vaksinasi penguat Kota Bogor telah mencapai 147.199 orang atau 17,96 persen dari target sasaran total sebanyak 819.444 orang.

Vaksinasi. (Foto: Antara)
Vaksinasi. (Foto: Antara)

Vaksinasi dosis pertama telah mencapai 849.954 orang atau 103,72 persen dan dosis kedua sebanyak 748.328 orang atau 91,32 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena mengungkapkan stok vaksin penguat memang habis. Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kembali stok tersebut.

"Jadi kami tergantung stok. Jika stok ada, pasti kami gencarkan ketika Ramadhan, untuk stok vaksin kesatu dan kedua diupayakan habis sebelum Idul Fitri. Bulan Puasa kita tetap bisa vaksin, tergantung ketersediaan vaksinnya," katanya dikutip Antara.

Pemerintah Pusat sudah memberikan izin memperbolehkan mudik lebaran. Namun, syaratnya masyarakat sudah dapat vaksinasi terutama vaksin booster. (*)

Baca Juga:

Muncul Gelombang Mudik, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Booster

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #COVID-19
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Bagikan