Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Karena Melihat Masa Depan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 31 Agustus 2019
Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Karena Melihat Masa Depan

Dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman, Jateng Indra Permanajati (tengah). (FOTO ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Koordinator Bidang Bencana Geologi Pusat Mitigasi Bencana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Indra Permanajati menilai langkah yang dilakukan pemerintah memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur sudah sangat tepat.

"Pemerintah benar-benar mempertimbangkannya dengan matang. Strategi pemerintah di wilayah calon ibu kota baru ini sebenarnya karena melihat masa depan sebuah ibu kota," ujar Indra, Sabtu (31/8).

Baca Juga:

BMKG Pastikan Kalimantan Timur Khususnya Lokasi Ibu Kota Minim Ancaman Tsunami

Menteri PUPR: Ibu Kota Baru Berkonsep City of the Forest

Selain itu ia juga mengapresiasi kajian kebencanaan secara menyeluruh yang dilakukan pemerintah di wilayah calon ibu kota baru.

"Ibu kota memang seharusnya aman dari bencana alam. Karena bencana alam bisa menimbulkan kerusakan infrastruktur bahkan lumpuhnya sistem pemerintahan," singkat Indra.

Dia menjelaskan, pemilihan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur telah melalui pertimbangan yang matang dengan proses yang panjang.

"Pertimbangannya meliputi faktor kebencanaan, dan berbagai aspek lainnya termasuk ketersediaan infrastruktur, sosial politik, dan demografi. Pertimbangan-pertimbangan itulah yang menjadi dasar dalam pemilihan ibukota yang baru," katanya.

Dia juga menilai, bila dibandingkan dengan Jakarta, potensi kebencanaan di Kalimantan memang lebih kecil.

"Terutama jenis bencana gempa dan tsunami. Dari catatan sejarah tercatat lebih banyak gempa di Pulau Jawa termasuk Jakarta dibandingkan dengan Kalimantan. Jadi menurut saya dari aspek kebencanaan pemindahan ibu kota bisa dikatakan sudah tepat," beber dia.

Gagasan, rencana dan kriteria desain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)

Dia menambahkan, ada beberapa sesar di Kalimantan yang dinyatakan masih aktif. "Tetapi lokasi sesarnya masih jauh dari lokasi pemilihan ibu kota di Kalimantan Timur dan kemungkinan pengaruhnya juga tidak terlalu besar. Walaupun tidak terlalu besar namun harus tetap diperhitungkan dalam pengembangan infrastruktur," katanya.

Kendati demikian, dia mengingatkan masih adanya potensi banjir di wilayah Samarinda.

"Hal itu perlu juga dipikirkan cara mengatasinya, dengan belajar teknik mitigasi dari negara-negara yang mempunyai tipe lokasi yang sama dengan Kalimantan Timur, seperti di Belanda atau tempat lain yang bertipe sama," jelas dia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Widjaja mengatakan wilayah yang akan menjadi calon ibu kota di Kalimantan Timur memiliki tingkat ancaman bencana rendah hingga sedang.

Baca Juga:

Kuasai 99 Persen Kutai Energi, Luhut Bilang Pindah Ibu Kota Momentum Tertibkan Tambang Ilegal

Podomoro Langsung Jualan Properti Ibu Kota Baru, Pengamat: Lahan Kaltim Dikuasai Pemain Besar

"Ancaman risiko bencana yang bisa terjadi, di antaranya dari hidrometeorologi, seperti banjir, terutama di wilayah muara sungai," ucap dia dikutip Antara.

Wisnu mengatakan risiko ancaman bencana bersifat dinamis. Artinya, bisa berkembang apabila terdapat beberapa faktor pendukung, seperti tata keloa ruang yang tidak baik, tidak memerhatikan kajian lingkungan dan faktor urbanisasi. (*)

#Pemindahan Ibu Kota
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Gubernur DKI Pramono Anung: Jakarta Tetap Ibu Kota Negara Sebelum Terbit Keppres
Suasana kepadatan lalu-lintas di Kawasan Simpang Susun Semanggi, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 13 Mei 2026
Gubernur DKI Pramono Anung: Jakarta Tetap Ibu Kota Negara Sebelum Terbit Keppres
Indonesia
Wapres Gibran Kejar Target Pusat Kelembagaan IKN Selesai Tahun 2027
Selain kantor legislatif, Wapres juga meninjau rencana pembangunan gedung Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Yudisial (KY)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Wapres Gibran Kejar Target Pusat Kelembagaan IKN Selesai Tahun 2027
Indonesia
Jangka Waktu Lahan IKN Dipangkas MK, DPR Peringatkan Bahaya Penguasaan Tanah Terlalu Lama
Penguasaan lahan yang terlampau lama berpotensi menyalahi Undang-Undang Pokok Agraria
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Jangka Waktu Lahan IKN Dipangkas MK, DPR Peringatkan Bahaya Penguasaan Tanah Terlalu Lama
Indonesia
DPR Bakal Kawal IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028 Sesuai Perpres 79/2025
Qodari pernah menjelaskan bahwa IKN akan mulai berfungsi sebagai pusat operasional pemerintahan setelah semua fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif selesai dibangun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 November 2025
DPR Bakal Kawal IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028 Sesuai Perpres 79/2025
Indonesia
Perpres 79 Tahun 2025 Dinilai Jadi Bukti Komitmen Prabowo untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
Kalau sikap Golkar kan sebetulnya dari awal ketika ada rencana pemindahan Ibu Kota ke IKN itu kan kita memang mendukung penuh
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 September 2025
Perpres 79 Tahun 2025 Dinilai Jadi Bukti Komitmen Prabowo untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
Indonesia
Legislator Harap Segera Ada Kepala OIKN Definitif untuk Selaraskan Visi-Misi Prabowo
Sekaligus segera menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) terkait kepemimpinan Otorita IKN
Angga Yudha Pratama - Kamis, 31 Oktober 2024
Legislator Harap Segera Ada Kepala OIKN Definitif untuk Selaraskan Visi-Misi Prabowo
Indonesia
Jokowi Isyaratkan Prabowo yang Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota ke IKN
Jokowi menegaskan buka hanya gedung yang siap, melainkan listrik, furnitur, hingga sumber daya manusia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 September 2024
Jokowi Isyaratkan Prabowo yang Teken  Keppres Pemindahan Ibu Kota ke IKN
Indonesia
Pembangunan IKN Terhambat, Jokowi Ungkap Penyebabnya
Jokowi mengungkapkan penyebab pembangunan IKN terhambat. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan Kalimantan Timur selalu diguyur hujan setiap harinya.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juli 2024
Pembangunan IKN Terhambat, Jokowi Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Pengamat Nilai Reputasi Negara Dipertaruhkan Saat Upacara HUT RI di IKN
Reputasi negara dipertaruhkan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juli 2024
Pengamat Nilai Reputasi Negara Dipertaruhkan Saat Upacara HUT RI di IKN
Indonesia
Nasib Kantor Milik Pemerintah Pusat Saat Ibu Kota Pindah ke IKN
Jadi nanti Keputusan Presiden itu termasuk mengatur tahapan perpindahan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juli 2024
Nasib Kantor Milik Pemerintah Pusat Saat Ibu Kota Pindah ke IKN
Bagikan