Pembelajaran Tatap Muka, DPR Kritik Sinkronisasi Pemerintah Pusat dengan Daerah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 31 Agustus 2021
Pembelajaran Tatap Muka, DPR Kritik Sinkronisasi Pemerintah Pusat dengan Daerah

Vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di SMA 1 Jetis Bantul, DIY. (Foto Humas Protokol Bantul)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda berharap Kemendikbudristek bisa berkoordinasi dengan daerah.

Hal ini agar pembelajaran tatap muka (PTM) bisa terlaksana di wilayah PPKM level 1 hingga 3.

Syaiful Huda mengungkapkan, salah satu yang menjadi perhatian Komisi X DPR yaitu belum terjadinya sinkronisasi.

Baca Juga:

DPR Minta Sekolah Lakukan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama

Baik di level kebijakan maupun di level operasional antara SKB 4 Menteri dengan upaya yang seharusnya dilakukan kementerian.

Misalnya, pada saat rapat kerja Kemendikbud menyampaikan kepada anggota dewan terdapat 12 pemerintah daerah yang masih belum berani memberi izin pelaksanaan PTM terbatas. Walaupun wilayahnya masuk level 1,2,3 PPKM.

Dalam konteks ini Kemendikbudristek tidak cukup hanya menyampaikan keluh kesah kepada Komisi X.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Linda Siregar meninjau PTM di SMP Corpatarin, Jakarta, Senin (30/8/2021). ANTARA/Yogi Rachman
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Linda Siregar meninjau PTM di SMP Corpatarin, Jakarta, Senin (30/8/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Melainkan, juga harus ada tindakan nyata dengan turun langsung ke daerah yang belum berkenan membuka sekolah itu.

"Ada tanggung jawab apa yang harus dilakukan pemda dan tanggung jawab apa yang harus dilakukan pemerintah pusat supaya PTM bisa terlaksana," tuturnya dalam Rakornas KPAI secara daring, di Jakarta, Senin (30/8).

Syaiful Huda mengungkapkan, koordinasi ini penting agar apa yang menjadi beban pemerintah daerah (pemda) untuk menentukan diberikannya opsi PTM itu bisa terurai dengan model koordinasi. Serta kerja sama antara Kemendikbudristek dengan pemda tersebut.

Di samping itu, dirinya juga berharap agar sekolah menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak di masa pandemi ini.

Baca Juga:

Sekolah Offline Hampir Tiba, Ini yang Harus Disiapkan Orangtua

Ia pun berharap, kondisi sekolah harus memberikan rasa yang aman untuk siswa maka learning loss pun bisa disudahi.

"Jadi kami usul bagaimana Kemendikbud mencari praktik-praktik baik dari inisiatif sekolah di mana sekolah harus menjadi ruang paling aman bagi perlindungan anak-anak," tandasnya. (Knu)

Baca Juga:

September Disdik DKI Tambah Peserta PTM, Ada 1.500 Sekolah

#Sekolah Tatap Muka #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Potongan Aplikator 8 Persen, DPR Khawatir Pendapatan Ojol Ikut Turun
Pendapatannya turun karena si pengusahanya menurunkan tarif sehingga menjadi pendapatan kepada pengemudi ini turun
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
 Potongan Aplikator 8 Persen, DPR Khawatir Pendapatan Ojol Ikut Turun
Indonesia
Komisi II DPR Sesalkan Penggunaan Helikopter KPU, Minta Sanksi Tegas
Helikopter digunakan pada 25 Januari 2024, sedangkan revisi anggaran yang menjadi dasar pembiayaan baru dilakukan lima hari kemudian.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Komisi II DPR Sesalkan Penggunaan Helikopter KPU, Minta Sanksi Tegas
Indonesia
Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, DPR Desak Kemenlu Buka Hotline Darurat WNI
Korps diplomatik di Benua Biru tidak boleh bersikap pasif atau sekadar menunggu laporan jatuhnya korban dari kalangan WNI.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, DPR Desak Kemenlu Buka Hotline Darurat WNI
Indonesia
DPR Setujui Pembahasan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Luar Prolegnas
Undang-Undang tentang PFFI tersebut merupakan amanat ketentuan Pasal 248A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Undang-Undang P2SK
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
DPR Setujui Pembahasan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Luar Prolegnas
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
DPR belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah mengenai detail rencana pembelian sistem rudal tersebut. 

Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
Indonesia
Gus Jazil: Hari Bhayangkara ke-80 Harus Jadi Momentum Pembenahan Internal Polri
Gus Jazilul Fawaid meminta Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum pembenahan internal Polri, memperkuat profesionalisme, integritas, dan kepercayaan publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Gus Jazil: Hari Bhayangkara ke-80 Harus Jadi Momentum Pembenahan Internal Polri
Indonesia
Komisi II DPR Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung
Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah sudah semestinya diakhiri.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Komisi II DPR Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung
Indonesia
DPR Setuju Mode Pelatihan Gaya Militer untuk Calon Manajer Kopdes Diganti Belajar Manajerial
DPR akan mengawal proses evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelatihan tersebut agar menghasilkan perbaikan yang menyeluruh.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
DPR Setuju Mode Pelatihan Gaya Militer untuk Calon Manajer Kopdes Diganti Belajar Manajerial
Indonesia
Rapat Paripurna DPR Sahkan 7 Anggota KIP 2026-2030, ini Daftarnya
DPR juga menyetujui tiga calon tambahan yang akan menjadi daftar pergantian antarwaktu (PAW).
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
Rapat Paripurna DPR Sahkan 7 Anggota KIP 2026-2030, ini Daftarnya
Indonesia
Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, DPR Ingatkan jangan hanya Jadi Pajangan
Pelibatan kalangan akademisi dalam proses pembangunan dan perumusan kebijakan merupakan langkah positif.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, DPR Ingatkan jangan hanya Jadi Pajangan
Bagikan