Pelanggan Diminta Timbang Berat Badan Sebelum Bisa Pesan Makanan di Restoran Ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 18 Agustus 2020
Pelanggan Diminta Timbang Berat Badan Sebelum Bisa Pesan Makanan di Restoran Ini

Restoran di Tiongkok ini meminta pelanggan untuk menimbang diri sendiri sebelum memesan makanan. (unsplash/@yunmai)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKALAU kamu diminta untuk menimbang berat badanmu sebelum makan, bagaimana perasaanmu? Chuiyan Fried Beef, sebuah restoran di Changha City, Tiongkok menyarankan pelanggan untuk menimbang badannya sebelum memesan makanan.

Pelanggan Diminta Timbang Berat Badan Sebelum Bisa Pesan Makanan di Restoran Ini
Semua karena anjuran Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengurangi limbah makanan. (weibo)

Melansir laman Vice, mereka menaruh dua timbangan di depan pintu masuk dan menyarankan pelanggan untuk memasukkan berat badan mereka ke dalam aplikasi yang menyarankan menu berdasarkan nilai gizi dan kalori setiap hidangan.

Baca juga:

New Normal, Cara Unik Restoran di Dunia Atur Jarak Sosial Pelanggan

Menurut South China Morning Post, perempuan di bawah 40kg disarankan untuk tidak memesan lebih dari dua hidangan, sementara pria dengan berat 70 - 80kg dapat memesan dua hingga tiga hidangan. Apa alasan restoran Chuiyan Fried Beef melakukan hal ini?

Pelanggan Diminta Timbang Berat Badan Sebelum Bisa Pesan Makanan di Restoran Ini
Limbah makanan menjadi isu serius di Tiongkok. (unsplash/@markusspiske)

Bukan untuk menjadi viral atau memiliki niat yang buruk, ini semua bagian dari kampanye 'Clean Plate' oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk bersama-sama mengatasi masalah limbah makanan yang dianggap sangat mengejutkan dan menyedihkan.

"Tujuan kami adalah agar pelanggan tidak membuang-buang makanan dan agar orang memesan dengan cara yang sehat," jelas outlet Chuiyan Fried Beef di Changsha di Weibo, platform media sosial seperti Twitter di Tiongkok.

Baca juga:

Kampanye Piring Bersih di Tiongkok Jadi Upaya Atasi Isu Limbah Makanan

Walau memiliki niat baik, restoran itu mendapat kritik keras di situs media sosial stempat, setelah aktivitas tersebut dimulai pada Jumat 14 Agustus 2020. Sebuah tagar terkait masalah tersebut telah dilihat lebih dari 300 juta kali di Weibo.

“Ada banyak cara untuk mempromosikan kampanye Xi, restoran tidak perlu menggunakan cara yang seperti itu untuk melakukannya,” kata seorang warganet.

Pelanggan Diminta Timbang Berat Badan Sebelum Bisa Pesan Makanan di Restoran Ini
Bukanlah sebuah paksaan, pelanggan tidak masalah menimbang berat badan mereka sebelum memesan makanan. (weibo)

Hanyalah sebuah anjuran, restoran tersebut menjawab kritik warganet dan mengatakan bahwa mereka tidak pernah memaksa pelanggan untuk menimbang berat badan mereka.

Mengutip laman The Beijing News, bahwa mereka meminta maaf tentang pengaturan timbangan dan menjelaskan bahwa inisiatif tersebut baru saja dilakukan untuk membantu mendukung kampanye nasional melawan limbah makanan.

South China Morning Post menulis, presiden cabang Chuiyan Fried Beef Tan Yan mengatakan bahwa walaupun mendapatkan banyak kritik, lebih dari seribu kelompok pelanggan setuju dengan gagasan itu.

“Banyak pelanggan perempuan suka menimbang diri mereka sendiri, dan berat badan mereka dikirim ke ponsel mereka, tidak ditampilkan di timbangan, sehingga tidak melanggar privasi mereka," ucap Tan kepada The Beijing News.

Tan juga menambah bahwa kampanye timbang berat badan sebelum memesan akan terus berlanjut. Tetapi perusahaan sedang mencari cara untuk memperbaikinya, seperti menambahkan lebih banyak informasi tentang nilai gizi dan kalori hidangan. (lev)

Baca juga:

5 Gerai McDonald's Paling Unik di Dunia, Ada yang Dalam Pesawat

#Restoran Unik #Limbah #Kebersihan Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Indonesia
Proyek JSDP Jadi Penyebab Kemacetan, DPRD DKI Minta Pemulihan Jalan Dipercepat
Proyek JSDP dinilai menjadi penyebab kemacetan. DPRD DKI pun meminta pemulihan jalan segera dipercepat.
Soffi Amira - Selasa, 03 Maret 2026
Proyek JSDP Jadi Penyebab Kemacetan, DPRD DKI Minta Pemulihan Jalan Dipercepat
Indonesia
Bapanas Bakal Bikin Aturan Pangan Masih Layak dan Aman Dikonsumsi Tidak Jadi Limbah
Penyelamatan pangan menjadi langkah mendesak di tengah masih tingginya pangan berlebih yang sebenarnya layak konsumsi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
Bapanas Bakal Bikin Aturan Pangan Masih Layak dan Aman Dikonsumsi Tidak Jadi Limbah
Indonesia
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Tertibkan Baliho dan Spanduk
Presiden Prabowo Subianto menggagas Gerakan Indonesia ASRI dan meminta pemerintah daerah menertibkan baliho serta spanduk demi keindahan kota.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Tertibkan Baliho dan Spanduk
Indonesia
Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Selidiki Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Minyak Sawit
Kejaksaan Agung menggeledah kantor Bea Cukai, Rabu (22/10) lalu. Penggeledahan ini masih terkait dugaan korupsi ekspor limbah minyak sawit.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Selidiki Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Minyak Sawit
Indonesia
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
Dua pemuda asal Lumajang mengolah limbah MBG menjadi produk ramah lingkungan. Inovasi ini juga menciptakan lapangan kerja baru.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Oktober 2025
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
Indonesia
3 Truk Tinja Ketahuan Buang Limbah di Selokan Jaktim, Perusahaan Sudah 3 Kali Langgar Aturan
Tiga truk tinja ketahuan membuang limbah di selokan Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Salah satu truk merupakan milik perusahaan, yang sudah tiga kali melanggar aturan.
Soffi Amira - Senin, 11 Agustus 2025
3 Truk Tinja Ketahuan Buang Limbah di Selokan Jaktim, Perusahaan Sudah 3 Kali Langgar Aturan
Indonesia
Jaring Terapung Dipasang Buat Kurangi Limbah Busa, di Jakarta Kadar Pencemar Lampaui Baku Mutu
Limbah busa terbentuk akibat tingginya pencemaran organik yang ditunjukkan oleh nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Agustus 2025
Jaring Terapung Dipasang Buat Kurangi Limbah Busa, di Jakarta Kadar Pencemar Lampaui Baku Mutu
Indonesia
Kapolri Janji Sikat Preman yang Minta Jatah Proyek Pengelolaan Limbah
Polri siap menjalin koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Mei 2025
Kapolri Janji Sikat Preman yang Minta Jatah Proyek Pengelolaan Limbah
Indonesia
Pramono Bakal Revitalisasi MCK hingga Komunal di 55 RW
Demi wujudkan lingkungan hidup yang sehat.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Mei 2025
Pramono Bakal Revitalisasi MCK hingga Komunal di 55 RW
Bagikan