PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Maret 2020
PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker

IDI menggelar konferensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat (MP/Kanugraha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyampaikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait penyebaran infeksi Covid-19. Rekomendasi itu bertujuan untuk meredam kepanikan di kalangan masyarakat.

Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19, Prof Dr Zubairi Djoerban menyampaikan, bahwa masyarakat perlu menghindari sikap menanggapi penyebaran Covid-19 secara berlebihan.

"Masker memang paling penting, tapi hanya dianjurkan untuk orang sakit. Orang sehat tidak perlu menggunakan masker. Masker wajib digunakan untuk orang sakit," kata Dr Zubairi di Kantor IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Baca Juga:

Cegah Wabah Corona, Google Minta 8.000 Karyawan Bekerja dari Rumah

Masker ditujukkan kepada orang sakit agar penyakitnya tak menyebar kemana-mana. Industri masker saat ini meningkat hingga 40%. Akan tetapi, sampai saat ini dunia masih kekurangan masker.

"Selain stok masker, Indonesia juga membutuhkan makanan, respirator, dan oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan dan rumah sakit harus memiliki stok oksigen yang memadai," sebutnya.

Menurutnya, gejala Covid-19 akan berlangsung mulai 2 sampai 14 hari. Selain itu, lanjutnya, gejala lain, adalah demam, suhu badan meningkat drastis, sesak nafas, batuk, pilek, dan nyeri otot. Sementara, ketersediaan sampel laboratorium perlu ditambahkan.

"Disarankan untuk menambah lebih banyak laboratorium untuk tes. Juga, perlu media pengiriman dan pengambilan," lanjutnya.

Dokter spesialis paru, Dr Erlina menambahkan, bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam menanggapi informasi penyebaran Corona Covid-19.

"Sampai saat ini kita belum menemukan obat yang bisa mengobati atau mencegah penularan virus Corona. Jadi, masyarakat jangan memborong habis rempah-rempah yang dianggap mampu mengobati penyakit tersebut," kata Erlina.

IDI menggelar konferensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat (MP/Kanugraha)

IDI juga berpesan, agar pemerintah harus terus menginformasikan tentang perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia, dengan cara yang tidak membuat panik masyarakat.

PB IDI mendorong perluasan screening di bandara/pelabuhan untuk seluruh penumpang pesawat/kapal yang berasal dari luar negeri. Langkah itu tidak terbatas pada negara-negara yang terjangkit.

Kedua, memberikan edukasi tentang Covid-19 dan pencegahannya secara regular melalui media massa dan memastikan edukasi ini juga dilakukan di sleuruh instansi pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, sekolah, dan universitas di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta.

Ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Covid-19 dari mulai definisi, gejala, dan pemeriksaan yang dapat dilakukan sehingga masyarakat secara sukarela memeriksakan diri.

Keempat, memberikan informasi terkini kepada masyarakat tentang situasi Covid-19 secara regular dengan lebih transparan serta memberikan klarifikasi terhadap hoax yang tersebar untuk meredam keresahan masyarakat. Kelima, menambah jumlah rumah sakit rujukan baik pemerintah maupun swasta.

Baca Juga:

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sharp Sulap Pabrik TV jadi 'Pabrik' Masker

Keenam, menambah jumlah laboratorium untuk mampu melaksanakan pemeriksaan deteksi Covid-19. Ketujuh, memastikan ketersediaan VTM dan alat untuk swab yang sesuai dengan standar di seluruh dinas kesehatan.

Kedelapan, memastikan sample handling yang baik agar spesimen yang dikirim dari berbagai RS di Indonesia terjangka sehingga apapun hasil pemeriksaan akan dipercaya semua pihak. (Knu)

#Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Riza Chalid, selaku pemilik manfaat PT Orbit Terminal Merak, merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Agustus 2025
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Pesan berantai dengan klaim “IDI rilis 19 minuman yang mengandung Aspartame penyebab pengerasan otak” adalah konten palsu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Indonesia
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
PB IDI memohon kepada Kementerian Kesehatan untuk menghormati dan melindungi hak dokter, terutama dalam menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Mei 2025
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Jumlah pengungsi tercatat saat ini sekitar 5.400 orang yang terdiri atasi anak, dewasa, dan lansia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 September 2024
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Indonesia
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Dokter Diani Kartini melayangkan surat yang mempertanyakan soal kesediaan melepas hijab jika diterima di RS Medistra
Wisnu Cipto - Senin, 02 September 2024
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Indonesia
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
"Kabar itu tidak ada hubungannya dengan Kemenkes. Itu masalah internal Unair," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
Indonesia
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Universitas berdalih pencopotan dekan FK Unair itu merupakan kebijakan internal untuk penguatan lembaga.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Indonesia
IDI Ingatkan Dokter Tidak Boleh Beriklan Terutama Terkait Produk
Dokter menggunakan media sosial juga diwanti-wanti untuk menjaga kerahasiaan informasi kesehatan pasien, serta membedakan akun pribadinya dan yang digunakan untuk kepentingan umum.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 03 Maret 2024
IDI Ingatkan Dokter Tidak Boleh Beriklan Terutama Terkait Produk
Bagikan