Merahputih.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengumumkan kasus positif di Indonesia kembali bertambah sebanyak 394 orang pada Selasa (23/11). Sehingga total kasus mencapai 4.253.992 orang.
Angka tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 281.448 spesimen dari 193.920 orang yang diperiksa. Lalu, ada tambahan sembilan orang meninggal sehingga total menjadi 143.753 jiwa meninggal dunia.
Baca Juga:
Angka Penambahan COVID-19 Konsisten Turun, Jokowi Curi Perhatian Biden
Kemudian ada tambahan 434 orang yang sembuh, sehingga total menjadi 4.102.323 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat turun 49 menjadi 7.965 orang, dengan jumlah suspek mencapai 5.908 orang.
Total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama COVID-19 hingga hari ini adalah 52.531.079 spesimen dari 35.173.806 orang. Tercatat sudah 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota yang terinfeksi virus COVID-19.
Baca Juga:
PTM Timbulkan Klaster COVID-19 di Sekolah, Begini Reaksi Kemenkes
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikomunikasikan dengan baik.
Jokowi mengaku memahami kondisi pandemi menekan sejumlah sektor ekonomi. Terutama sektor pariwisata yang menjadi andalan di sejumlah wilayah seperti Bali.
Namun, upaya pengendalian diperlukan dalam menjaga kondisi pandemi tetap terkendali. Pasalnya, lonjakan kasus akan menambah tekanan ekonomi Indonesia.
"Apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita," terang Jokowi.
Baca Juga
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar intervensi lapangan dalam setiap kegiatan dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19.
Ayah dari Walikota Solo Gibran Rakabuming ini meminta agar tidak ada ego sektoral dalam menghadapi libur Nataru.
Sebelumnya pemerintah berencana menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia selama Nataru. Kebijakan tersebut berlangsung mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. (Knu)