Parasocial Relationship Berujung Obsesi
Parasocial relationship dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. (Foto: Pixabay/arc-fotos)
SIAPA di sini yang suka berkhayal kalau sang idola menjadi kekasih di dunia nyata? Wah, sepertinya hampir semua orang pernah bermimpi menjadi pasangan hidup dari seleb tercinta ya. Apalagi internet memudahkan siapa saja untuk mengakses seluruh informasi mengenai selebriti selama 24 jam penuh.
Semakin dalam kamu menggali informasinya, semakin berasa dekat deh dengan sang idola. Tapi kamu juga perlu waspada karena semakin tinggi khayalanmu tentang sang idola, kamu berisiko terkena sindrom parasocial relationship yang lama-lama bisa berubah menjadi obsesi toksik.
Baca juga:
Mengungkap Transformasi Sasaeng, Penggemar Fanatik Idola Korea
Menurut laman Nsucurrent, parasocial relationship dengan seleb-seleb kecintaan sebenarnya bisa membawa dampak positif jika masih dalam batas wajar. Kamu bisa meniru nilai positif dari idolamu misalnya ikut kegiatan sosial, menjalani kegiatan sehari-hari dengan terorganisasi dan tertata rapi, atau sekadar menjadikan konten-konten kesehariannya yang dibagikan ke media sosial sebagai hiburan.
Menjadikan idola sebagai barometer dalam mencari pasangan sah-sah saja seperti misalnya ingin mencari pasangan yang wajahnya agak mirip, atau yang tinggi badannya sama dengannya. Tetapi jika sudah menjadikan sang idola sebagai obsesi tersendiri, kamu sudah mengalami gangguan kejiwaan yang berisiko merugikan banyak orang termasuk dirimu sendiri.
1. Depresi
Terlalu menjadikan idola sebagai kekasih khayalan pada akhirnya akan mengantarkanmu pada jurang depresi. Pada dasarnya dirimu sadar betul bahwa berpacaran dengan sang idola hanya terjadi di dalam khayalanmu saja. Tetapi hati menolak kenyataan dan akhirnya kamu mengalami depresi berat.
Baca juga:
2. Menjadi stalker
Satu hal yang paling membuat para seleb ketakutan adalah jika ada fans yang sudah obsesi dan menjadi stalker di dalam hidupnya. Bagaimana tidak? Selebriti sama-sama manusia seperti orang biasa pada umumnya. Ada hari di mana ia ingin pergi ke supermarket sendirian tanpa diganggu fans dan paparazi.
Terkadang mereka juga ingin sekadar me-time di kafe sendirian tentunya tanpa gangguan dari siapapun. Pengidap parasocial relationship sudah pasti menjadi stalker dalam kehidupan pribadi sang idola hingga akhirnya mangganggu privasi idolanya tersebut.
3. Fanatik
Kamu pasti pernah membaca ketikan-ketikan fans fanatik di kolom komentar media sosial seorang seleb. Ada komentar dari fans dan dilengkapi dengan komentar balasan dari para haters. Ketika kamu mengidolakan seseorang dalam batas wajar, komentar negatif dari para haters tidak akan menggubris dirimu sejengkal pun.
Tetapi ketika kecintaanmu pada sang idola sudah berubah menjadi parasocial relationship, kemungkinan besar kamu akan menyerang para haters dari idolamu tanpa lelah. (Mar)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Self-Care Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi bagi Perempuan, Penting untuk Jaga Kesehatan Mental
The Everyday Escape, 15 Menit Bergerak untuk Tingkatkan Suasana Hati
Smart Posyandu Difokuskan untuk Kesehatan Jiwa Ibu setelah Melahirkan
Kecemasan dan Stres Perburuk Kondisi Kulit dan Rambut
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres