MerahPutih.Com - Santernya pemberitaan yang menyebutkan kapal-kapal Tiongkok masih berkeliaran di Laut Natuna pasca kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat tanggapan langsung dari Laksdya TNI Yudo Margono.
Menurut Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, semua kapal Tiongkok sudah meninggalkan wilaya ZEE Indonesia di Kabupaten Natuna.
Baca Juga:
Tidak Tegas Soal Kemelut Laut Natuna, Prabowo Dikritik Presiden PKS
"Dari hasil patroli udara maritim jam 14.00 WIB dan dari komandan KRI yang telah menghalau kapal China yang ada di wilayah Indonesia. Posisi hari ini sudah di luar ZEE, di luar Natuna," terangnya kepada awak media di Natuna, Kepri, Minggu (12/1).
Lebih lanjut Yudo Margono menjelaskan perlu melakukan penegasan untuk meluruskan berita simpang siur yang beredar di masyarakat.
Berdasarkan pemantauan dari layar Puskodal, menunjukkan kapal-kapal China telah ke luar dari ZEE Indonesia. Informasi itu ditindaklanjuti awak pesawat Boeing 737 yang diminta cek langsung dan hasilnya, kapal asing itu sudah berada di luar 200 mill, batas terluar ZEE.
Kondisi di Natuna hanya bisa dikonfirmasi melalui deteksi yang dilakukan pesawat Boeing 737 dan KRI yang langsung mengusir kapal China di perairan.
Pangkogabwilhan I juga mengatakan deteksi dilakukan dari udara melalui Boeing yang bekerja sama dengan KRI yang bertugas mengusir.
Selanjutnya, KRI dan pesawat terus akan menjaga perairan ZEE Indonesia.
"Tujuh KRI akan operasi rutin setiap hari, harus ada unsur yang jaga supaya tidak kembali masuk," kata dia.
Kapal RI akan bergantian patroli ZEE Indonesia.
Sebagaimana dilansir Antara, hasil pemantauan Puskodal dilanjutkan menggunakan pesawat dan kemudian ditindaklanjuti KRI.
Baca Juga:
Coast Guard Tiongkok Masuk Laut Natuna, TNI Siagakan Pasukan Tempur dan Tiga KRI
Penjagaan akan dilakukan terus menerus selama 24 jam dalam sehari.
KRI yang siaga ada 7, begitu 3 KRI masuk untuk pengisian bahan bakar dan pembekalan ulang, maka 4 KRI akan keluar. Hal itu dilakukan agar tidak ada kekosongan penjagaan.
"Tidak ada batas waktu. Operasi sepanjang tahun menjaga perairan kita di Natuna," pungkasnya.(*)
Baca Juga:
TNI Beberkan Cara Kapal Ilegal Tiongkok Jarah Ikan di Laut Natuna