Merahputih.com - Pembebasan sandera KKB Papua oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui penghargaan bergengsi dari Pemerintah Selandia Baru.
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Nathan Taula, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon di Jakarta, Senin (20/4).
Apresiasi tinggi ini merujuk pada keberhasilan operasi pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens yang berakhir damai tanpa pertumpahan darah September 2024 lalu. Pemerintah Selandia Baru menilai keberhasilan operasi tersebut mencerminkan kemampuan luar biasa prajurit TNI dalam menangani situasi berisiko tinggi secara profesional.
Baca juga:
Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon Jelaskan Kunci Pembebasan Pilot Susi Air
Saat operasi berlangsung, Richard Tampubolon memegang kendali penuh sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III yang mengoordinasikan seluruh pergerakan satuan di lapangan. Pusat Penerangan TNI menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari perencanaan matang serta koordinasi lintas satuan yang sangat solid.
Langkah terukur ini membuktikan bahwa stabilitas keamanan di wilayah konflik dapat terjaga melalui strategi yang presisi.

Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Richard TH Tampubolon, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Jeffery Burnet. (Foto: Antara)
Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia Heri Herdiawanto menilai pembebasan sandera tersebut mencerminkan kapasitas TNI dalam mengelola konflik secara terukur tanpa memperluas eskalasi.
Menurut Heri, dalam perspektif geopolitik, keberhasilan TNI menunjukkan bahwa pendekatan keamanan yang dikombinasikan dengan pertimbangan kemanusiaan dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola situasi krisis dengan pendekatan yang seimbang. TNI tidak hanya mengedepankan kekuatan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sehingga operasi dapat berjalan efektif tanpa memperbesar risiko konflik,” ujar Heri.

Dia menilai pengakuan dari Selandia Baru bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga legitimasi internasional atas profesionalisme TNI. Dalam konteks hubungan antarnegara, hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor yang kredibel dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Pengakuan ini penting dalam konteks diplomasi pertahanan. Ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam menangani konflik bersenjata secara terukur dan bertanggung jawab,” kata dia.
Baca juga:
Pembebasan Pilot Susi Air Dinilai Bakal Jadi Catatan Sejarah Internasional
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa keberhasilan tersebut juga berdampak pada peningkatan kepercayaan global terhadap institusi pertahanan Indonesia.
"Pengakuan dunia ini dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang keamanan dan stabilitas regional," ujarnya.
Selain penyerahan penghargaan, pertemuan antara TNI dan pemerintah Selandia Baru juga membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan. Kedua pihak memandang kolaborasi tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan, khususnya di wilayah Pasifik.