MerahPutih.com - TNI Angkatan Laut akan institusinya akan memperkecil penggunaan bahan bakar minyak atau BBM, yang saat ini menjadi isu karena gejolak global.
TNI AL tetap mejaga wilayah laut Indonesia dengan cara mengerahkan drone dan kapal selam otonomus (KSOT) untuk patroli laut.
Hal tersebut dilakukan untuk mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini tugas berpatroli di wilayah laut Indonesia.
"Kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers yang digelar di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4).
Baca juga:
Kurangi Beban Subsidi BBM, Pengamat Usulkan Insentif Tukar Tambah Kendaraan Listrik
TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM. Pihaknya juga berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.
Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.
Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL juga akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk jadi bahan bakar KRI.
"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya."
Bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).
Penggunaan B50 diyakini dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.
Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan. (*)