Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMPN 33 Gresik, yakni Darrell Fausta Hamdani dan Renheart Octo Hanaya. Insiden tersebut diduga berasal dari aktivitas latihan tembak prajurit TNI-AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah.


Oleh mendesak TNI Angkatan Laut untuk segera melakukan audit investigasi secara menyeluruh guna mengungkap secara pasti asal peluru yang mengenai kedua siswa tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus.


“Audit investigasi harus dilakukan secara serius dan terbuka agar diketahui secara pasti sumber peluru tersebut. Ini menyangkut keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh, Kamis (16/4).


Lebih lanjut, ia menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam pelaksanaan latihan tembak, prajurit yang terbukti bersalah harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. “Jika latihan dilakukan tidak sesuai SOP, harus ada pertanggungjawaban. Penegakan disiplin sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Baca juga:

RSHS Bandung Operasi Bocah 10 Tahun Terkena Peluru Nyasar




Mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu juga menilai peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi institusi militer dalam setiap pelaksanaan latihan, khususnya yang berpotensi berdampak pada masyarakat sekitar. “Ini menjadi pelajaran penting bagi TNI dalam menjalankan latihan militer. Jangan sampai peluru yang ditembakkan justru membahayakan warga sipil, apalagi korbannya anak-anak sekolah,” tambahnya.


Ia berharap kejadian ini dapat segera ditangani dengan baik, serta korban mendapatkan penanganan maksimal, sekaligus memastikan adanya langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.


Sebelumnya, Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto mengatakan pihaknya telah memeriksa 119 personel atas insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMP di Gresik.


Saat ini, proses hukum kasus tersebut diserahkan sepenuhnya ke Polisi Militer Angkatan Laut Komando Daerah AL (Pomal Kodaeral). Pemeriksaan dipastikan berjalan secara transparan. (Pon)

Baca juga:

Hemat BBM, TNI AL Gunakan Drone dan Kapal Selam Otonomus Saat Operasi

#TNI AL #Jawa Timur #Penembakan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya dan tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Indonesia
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Sebanyak 752 prajurit TNI AL resmi menyandang baret ungu Korps Marinir usai jalan kaki 350 km dalam Pendidikan Komando Angkatan ke-180 di Malang!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Indonesia
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Satreskrim Polres Boyolali masih menyelidiki identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Indonesia
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Sebanyak 400 personel TNI Angkatan Laut disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Dunia
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Baku tembak masih berlangsung antara para penyerang dan pasukan keamanan di lokasi kejadian yang berada di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Berita Foto
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Bagikan