TNI AL Lakukan Simulasi Operasi Serbuan Udara Pakai Pesawat MV-22 Osprey Amerika Serikat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
TNI AL Lakukan Simulasi Operasi Serbuan Udara Pakai Pesawat MV-22 Osprey Amerika Serikat

Personel TNI AL dan tentara dari negara sahabat menggelar latihan CQB atau latihan perang jarak dekat dalam ajang di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) (ANTARA/Ho-Pen Mar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pasukan Marinir TNI AL mengikuti latihan gabungan bersama negara sahabat yakni Malaysia, Fiji, Peru, Sri Lanka, dan Filipina di Amerika Serikat. Latihan ini mempertajam kemampuan tempur lewat udara dan perang jarak dekat.

Kegiatan itu digelar dalam rangka latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 yang berlangsung di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Amerika Serikat.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, kegiatan itu sudah berlangsung sejak Jumat (26/5).

"Prajurit Marinir Indonesia melaksanakan latihan Air Assault Operation dan Close Quarter Battle (CQB) bersama pasukan dari berbagai negara peserta," kata Rana.

Baca juga:

TNI AL Dapat Tambahan Kapal Perang Canopus-936, Awal Dilatih di Eropa

Rana menjelaskan, dalam operasi Air Assault, prajurit Marinir TNI AL melaksanakan simulasi operasi serbuan udara menggunakan pesawat MV-22 Osprey. Mereka akan mengikuti skenario penyerangan dari mulai pendaratan hingga operasi tempur di darat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan infiltrasi cepat melalui udara, mobilitas taktis, serta perebutan sasaran strategis dengan dukungan unsur udara,

kata Rana.

Sedangkan untuk latihan CQB, personel Marinir TNI AL dan tentara dari negara peserta RIMPAC yang lain difokuskan untuk mengasah kemampuan tempur jarak dekat.

CQB yang difokuskan pada peningkatan kemampuan pertempuran jarak dekat, meliputi teknik pembersihan ruangan, koordinasi tim, pengambilan keputusan cepat, serta tindakan taktis dalam menghadapi ancaman di medan urban,

katanya.

Rana melanjutkan, seluruh rangkaian latihan itu berjalan dengan lancar. Personel Marinir dinilai telah berhasil memberikan penampilan terbaik dalam ajang internasional tersebut.

Rana memastikan, personelnya akan selalu siap melaksanakan sesi latihan gabungan yang dijadwalkan dalam kegiatan RIMPAC.

Tercatat ada 35 personel TNI AL yang terlibat dalam salah satu ajang latihan gabungan terbesar ini. Mereka telah melakukan ragam latihan agar dapat memberikan penampilan terbaik di ajang RIMPAC.

Salah satu latihan yang telah dilakukan yakni latihan menembak zeroing dan marksmanship di Lapangan Tembak Jusman Puger, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6).

Personel juga sempat melakukan latihan operasi tempur di lapangan udara Pondok Cabe, Tangerang, Sabtu (20/6) dan mereka melakukan skema mobility udara (mobud) dan Fastrope.

Mobud merupakan operasi pemindahan pasukan ke sasaran tempur melalui udara. Sedangkan fastrope merupakan teknik menuruni helikopter yang sedang melayang menggunakan tali.

#TNI AL #TNI #Latihan Tempur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Lakukan Simulasi Operasi Serbuan Udara Pakai Pesawat MV-22 Osprey Amerika Serikat
Prajurit Marinir Indonesia melaksanakan latihan Air Assault Operation dan Close Quarter Battle (CQB) bersama pasukan dari berbagai negara peserta
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
TNI AL Lakukan Simulasi Operasi Serbuan Udara Pakai Pesawat MV-22 Osprey Amerika Serikat
Indonesia
Presiden Prabowo Tempatkan Polisi dan Militer Urus Pertanian, ini Alasannya
Hal itu merupakan langkah strategis dalam mencapai Indonesia yang sejahtera
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo Tempatkan Polisi dan Militer Urus Pertanian, ini Alasannya
Berita Foto
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Personel TNI saat berjaga di dalam kawasan eks Hotel Sultan di kawasan Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jum'at (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Indonesia
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026 ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Bagikan