Pakar Komunikasi Politik Yakin MK Jadi Penyelamat Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 01 April 2024
Pakar Komunikasi Politik Yakin MK Jadi Penyelamat Indonesia

Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: MerahPutih.com/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga (Unair) Prof Henri Subiakto mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi tumpuan harapan rakyat untuk menyelamatkan Indonesia sekaligus menyelamatkan citra institusi itu.

MK menyelamatkan Indonesia, apabila 8 hakim konstitusi memiliki integritas keadilan mewakili Tuhan untuk menyelamatkan atau menjaga konstitusi dan demokrasi.

“Awalnya, MK sebagai ban serep karena yang diharapkan itu adalah hak angket. Sekarang MK menjadi tumpuan utama, negeri ini hanya bisa diselamatkan oleh integritas hakim MK. Insya Allah, kita harapkan MK menjadi benteng utama menggantikan peran DPR,” kata Henri dikutip dari Kanal Anak Bangsa, Senin (1/4/2024).

Baca juga:

Hakim MK Panggil Empat Pembantu Jokowi di Sidang PHPU

Dia mengatakan, semula hak angket dinilai sebagai cara ideal untuk mengungkap ragam persoalan pelanggaran undang-undang dan pelanggaran pemerintah saat pelaksanaan Pilpres 2024. Namun, faktanya hingga hari ini, hak angket belum digulirkan di DPR.

Padahal, syarat untuk menggulir hak angket tidak sulit, cukup ditandatangani 25 orang anggota DPR dari dua fraksi. Namun, pelaksanaan hak angket sulit dilakukan sekali pun sudah begitu banyak dorongan dari masyarakat sipil, demo, seruan moral dari berbagai kampus, guru besar, budayawan.

“Yang berbelok bukan masyarakat, tetapi partai politik dan elite politik yang berbelok,” tegasnya.

Di awal Capres Ganjar Pranowo mencetuskan hak angket bisa untuk mengungkap berbagai persoalan, kecurangan, nepotisme hingga Sirekap. Sejumlah partai politik menyatakan, akan mendukung di DPR, seperti Partai NasDem, PKB, PKS, dan PDI Perjuangan (PDIP). Namun, hingga hari ini hak angket hanya sebatas wacana.

Henri mencermati bahwa partai politik berubah haluan ketika muncul berbagai kasus hukum, seperti ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Ada kemungkinan besar PDI Perjuangan berubah ketika ada kasus besar korupsi tambang timah di Bangka Belitung. Kenapa setiap ada kasus hukum, parpol itu berubah?,” tanyanya.

Baca juga:

PDIP Bakal Gugat Putusan MK90 ke PTUN

Henri menjelaskan, hak angket mudah sekali disabotase parpol atau elite politik karena mereka yang berhak menggulirkan hak angket di DPR. Berbeda dengan persidangan di MK, parpol atau elite politik sulit cawe-cawe.

“Walaupun bisa tapi agak sulit, kalau sudah bergulir ya bergulir,” tukasnya.

Lebih lanjut, ketika ada relasi tertentu dari parpol, elite politik dengan persoalan penegakan hukum, maka seringkali terjadi perubahan haluan, pendapat, posisi politik.

Pada situasi sekarang, pihak eksekutif mencoba menghambat hak angket dan penegakan hukum selalu digunakan sebagai alat politik.

“Selama partai politik memiliki relasi dengan sumber ekonomi negara dan di situ ada kasus penyimpangan, maka partai politik tersandera,” tegasnya.

Baca juga:

Pakar Minta Hakim MK Hadirkan Presiden Jokowi

Henri menambahkan, perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 (PHPU) Presiden, yang dimohonkan paslon nomor 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD merupakan momentum emas bagi MK untuk memperbaiki citra sekaligus menyelamatkan Indonesia.

“Tetapi kalau MK tersandera juga, dan mentalitasnya hampir sama dengan politikus, ya Indonesia akan kembali seperti sebelum masa reformasi. Harus siap hal terburuk, jika putusan MK tidak seperti yang diharapkan, jangan harap Indonesia Emas, rakyat akan lebih sulit percaya dan akan terjadi chaos di mana-mana,” pungkasnya. (Pon)

#Mahkamah Konstitusi #Perselisihan Hasil Pemilihan Umum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Berlanjut, Wacana Pansus di DPR Mulai Bergulir
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini masih berlanjut. Muncul wacana pansus di DPR yang mulai bergulir.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Berlanjut, Wacana Pansus di DPR Mulai Bergulir
Indonesia
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
KPU bertanggung jawab melakukan verifikasi dokumen persyaratan calon, sedangkan penilaian dan penyetaraan pendidikan luar negeri merupakan kewenangan kementerian
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
Indonesia
MK Tidak Temukan Bukti Ijazah SMA, Wapres Gibran Siap Atur: Nanti Segera Kami Follow-up
Wapres Gibran Rakabuming merespons putusan MK yang tak menemukan bukti ijazah SMA miliknya. Gibran pastikan siap follow-up penyetaraan dokumen luar negeri.
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
MK Tidak Temukan Bukti Ijazah SMA, Wapres Gibran Siap Atur: Nanti Segera Kami Follow-up
Indonesia
Gibran Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Singgung Pernah Kuliah di Singapura
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, merespons putusan MK soal ijazah setara SMA. Ia menegaskan kuliah sampai S1 di Singapura.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Gibran Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Singgung Pernah Kuliah di Singapura
Indonesia
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Gibran Rakabuming Raka menghormati putusan MK soal syarat pendidikan Pilpres 2024. Ia menegaskan pernah kuliah hingga S1 di Singapura.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Indonesia
MK Sebut tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Gugatan Tetap Ditolak
Mahkamah Konstitusi tak menemukan bukti bahwa Gibran Rakabuming Raka, memiliki ijazah setara SMA.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK Sebut tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Gugatan Tetap Ditolak
Bagikan