Mudahkan Konsultasi dan Rapid Test, 3 Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Januari 2021
Mudahkan Konsultasi dan Rapid Test, 3 Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi

Layanan Apps COVID ITS. (Foto: Tangkapan layar).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rosalia Kurniasari, Belinda Kezia Purwanto, dan M Dinandya Hendrico membuat aplikasi bernama Anti Covid untuk layanan masyarakat.

Pembuatan aplikasi juga hasil kerja bareng dengan sejumlah tenaga medis dan relawan. Salah satu fitur andalan aplikasi tersebut adalah layanan rapid test di rumah setiap warga.

Baca Juga:

Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

Rosalia Kurniasari, mahasiswa Departemen Teknik Kimia mengatakan, pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi atas ketakutan masyarakat pergi rapid test ke rumah sakit, sebab takut terpapar Covid-19.

Aplikasi ini juga diperlukan saat akan menaiki kereta api atau bus yang memerlukan hasil rapid test.

"Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkena virus COVID-19 dari rumah sakit,” tutur Rosalia saat dikonfirmasi, Minggu (3/1).

Ia menambahkan, hasil rapid tes tersebut juga bisa diunduh melalui aplikasi tersebut. Jika hasilnya reaktif, maka pengguna aplikasi disarankan isolasi dengan pengawasan relawan dan tenaga medis.

Selain fitur rapid test di rumah, pada aplikasi tersebut nantinya ada konsultasi seputar COVID-19 dengan dokter via daring.

Fitur Apps COVID ITS. (Tangkapan Layar).
Fitur Apps COVID ITS. (Tangkapan Layar).

“Nanti pengguna juga bisa mengetahui berita kesehatan terbaru khususnya mengenai info COVID-19,” katanya.

Aplikasi juga mampu melacak lokasi pengguna dengan sistem director finding menggunakan Bluetooth 5.1 BLE (Bluetooth Low Energy) sehingga tak menguras baterai cukup banyak.

Dan jika masing-masing pengguna saling berdekatan, dalam aplikasi itu akan muncul warning berupa notifikasi peringatan untuk menjaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19.

“Semoga aplikasi ini bisa dilanjutkan ke aplikasi sebenarnya. Sehingga mampu membantu melindungi dan mengedukasi masyarakat. Dan untuk mempermudah layanan kesehatan di masa pandemi era new normal seperti saat ini,” katanya. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Risiko Penularan COVID-19 Berada di Titik Tertinggi

#COVID-19 #ITS Surabaya #Inovasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Lifestyle
Logeski Hadir di Indonesia, Tawarkan Cara Praktis Bersihkan Toilet Tanpa Banyak Menyikat
Logeski Toilet Bowl Cleaner kini hadir di Indonesia. Logeski menawarkan cara membersihkan toilet tanpa scrub.
Soffi Amira - Senin, 14 September 2026
Logeski Hadir di Indonesia, Tawarkan Cara Praktis Bersihkan Toilet Tanpa Banyak Menyikat
Indonesia
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense, sebuah teknologi yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk untuk mendeteksi perubahan kualitas udara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Bagikan