Kesehatan

Moms, Kenali Ciri-Ciri ASI Tidak Layak Konsumsi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 12 April 2021
Moms, Kenali Ciri-Ciri ASI Tidak Layak Konsumsi

Kenali ciri-ciri ASI basi. (Foto: Today's Parents)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMOMPA air susu ibu (ASI) menjadi kebiasaan para mama muda jaman now. Bagi mama bekerja, ASI perah bisa menjadi asupan untuk bayi di kala mereka tidak ada di sisi si kecil.

Sementara bagi mama tidak bekerja, ASI perah bisa menjadi 'tabungan' untuk kondisi emergency. Misalnya, ibu lagi sakit dan tidak memungkinkan untuk menyusui langsung.

Baca juga:

Ibu Baru, Perhatikan Langkah Pemberian ASI Perah

Rutin memompa payudara akan memancing produksi susu lebih banyak. Setelah air susu dipompa, ibu bisa menyimpan susunya di wadah kantung ASI atau botol kaca. Selanjutnya, wadah berisi ASI tersebut bisa disimpan di ruangan atau di kulkas.

Penyimpanan di kulkas pun terbagi atas bagian chiller, freezer atau deep freezer. Masing-masing tempat penyimpanan punya daya ketahanan berbeda. Untuk penyimpanan di suhu ruangan, ASI bisa bertahan selama empat jam, penyimpanan di chiller bisa bertahan hingga empat hari.

Sementara penyimpanan di freezer bisa bertahan hingga enam bulan. Namun, kita perlu memerhatikan dengan cermat sebelum memutuskan memberikan ASI perah untuk si kecil. Pastikan susu dalam keadaan segar.

Jika susu sudah tidak segar atau basi, kandungan nutrisinya sudah tidak ada. Dalam situasi terburuk justru dapat menimbulkan masalah untuk si kecil. Berikut ciri-ciri susu yang sudah tidak layak konsumsi:

1. Menggumpal

ASI memiliki dua lapisan. (Foto: merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)

ASI memiliki dua lapisan. Lapisan bawah lebih cair yakni foremilk. Lapisan ini tinggi laktosa memiliki kandungan protein sementara di bagian atas yakni hindmilk lebih kental dan terdapat kandungan lemak.

Ketika digoyangkan kedua lapisan tersebut akan menyatu. Apabila saat digoyangkan asi masih menggumpal, ASI tersebut telah basi.

2. Warna ASI berubah

ASI perah biasanya berwarna putih kekuningan. (Foto: merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)

Biasanya, ASI perah berwarna putih kekuningan. Jika warna ASI tidak lagi putih atau putih kekuningan bisa jadi ASI tidak segar. Waspada apabila warna asi pink kemerahan atau kehitaman. Warna pink mengindikasi adanya luka pada bagian puting.

Sementara warna hitam muncul apabila ibu mengonsumsi obat antibiotik. Jika warna ASI berubah seperti itu jangan berikan pada bayi.

Baca juga:

Buat para Ibu Baru, Menyusui Ternyata tak Seseram Itu Kok

3. Berbau dan berasa asam

ASI basi rasanya asam. (Foto: merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)

ASI yang baru dicairkan biasanya akan mengeluarkan aroma susu yang khas. Aroma tersebut berasal dari kandungan lipase pada ASI. Sementara untuk rasanya, ASI yang sudah basi akan terasa asam. Mirip susu sapi yang sudah basi. (avia)

Baca juga:

Ibu Positif COVID-19 Masih Boleh Berikan ASI

#Kesehatan #ASI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan