Moms, Kenali Ciri-Ciri ASI Tidak Layak Konsumsi
Kenali ciri-ciri ASI basi. (Foto: Today's Parents)
MEMOMPA air susu ibu (ASI) menjadi kebiasaan para mama muda jaman now. Bagi mama bekerja, ASI perah bisa menjadi asupan untuk bayi di kala mereka tidak ada di sisi si kecil.
Sementara bagi mama tidak bekerja, ASI perah bisa menjadi 'tabungan' untuk kondisi emergency. Misalnya, ibu lagi sakit dan tidak memungkinkan untuk menyusui langsung.
Baca juga:
Rutin memompa payudara akan memancing produksi susu lebih banyak. Setelah air susu dipompa, ibu bisa menyimpan susunya di wadah kantung ASI atau botol kaca. Selanjutnya, wadah berisi ASI tersebut bisa disimpan di ruangan atau di kulkas.
Penyimpanan di kulkas pun terbagi atas bagian chiller, freezer atau deep freezer. Masing-masing tempat penyimpanan punya daya ketahanan berbeda. Untuk penyimpanan di suhu ruangan, ASI bisa bertahan selama empat jam, penyimpanan di chiller bisa bertahan hingga empat hari.
Sementara penyimpanan di freezer bisa bertahan hingga enam bulan. Namun, kita perlu memerhatikan dengan cermat sebelum memutuskan memberikan ASI perah untuk si kecil. Pastikan susu dalam keadaan segar.
Jika susu sudah tidak segar atau basi, kandungan nutrisinya sudah tidak ada. Dalam situasi terburuk justru dapat menimbulkan masalah untuk si kecil. Berikut ciri-ciri susu yang sudah tidak layak konsumsi:
1. Menggumpal
ASI memiliki dua lapisan. Lapisan bawah lebih cair yakni foremilk. Lapisan ini tinggi laktosa memiliki kandungan protein sementara di bagian atas yakni hindmilk lebih kental dan terdapat kandungan lemak.
Ketika digoyangkan kedua lapisan tersebut akan menyatu. Apabila saat digoyangkan asi masih menggumpal, ASI tersebut telah basi.
2. Warna ASI berubah
Biasanya, ASI perah berwarna putih kekuningan. Jika warna ASI tidak lagi putih atau putih kekuningan bisa jadi ASI tidak segar. Waspada apabila warna asi pink kemerahan atau kehitaman. Warna pink mengindikasi adanya luka pada bagian puting.
Sementara warna hitam muncul apabila ibu mengonsumsi obat antibiotik. Jika warna ASI berubah seperti itu jangan berikan pada bayi.
Baca juga:
3. Berbau dan berasa asam
ASI yang baru dicairkan biasanya akan mengeluarkan aroma susu yang khas. Aroma tersebut berasal dari kandungan lipase pada ASI. Sementara untuk rasanya, ASI yang sudah basi akan terasa asam. Mirip susu sapi yang sudah basi. (avia)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya