Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Moderna Klaim Masa Perlindungan Vaksin Sekitar Dua Tahun

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Januari 2021
Moderna Klaim Masa Perlindungan Vaksin Sekitar Dua Tahun

Wakil Presiden AS Kamala Harris menerima dosis vaksin Moderna di United Medical Center di Washington, Selasa (29/12/2020). (REUTERS/LEAH MILLIS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Vaksin mRNA COVID-19 Moderna kemungkinan memberikan perlindungan hingga sekitar dua tahun.

Demikian klaim dari Kepala Eksekutif Moderna pada Kamis (7/1), meskipun masih diperlukan lebih banyak data untuk membuat penilaian yang pasti, dikutip Antara.

Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat tersebut, yang mengejutkan dunia tahun lalu dengan membuat vaksin corona hanya dalam beberapa pekan, menerima persetujuan untuk suntikan vaksinnya dari Komisi Eropa pada Rabu (6/1).

Baca Juga:

AS Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Moderna

Mengingat pengembangan vaksin dan proses keamanan obat-obatan (pharmacovigilance) biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun, durasi perlindungan suntikan COVID-19 masih menjadi pertanyaan bagi para ilmuwan dan para regulator.

"Skenario mimpi buruk yang dijelaskan di media pada musim semi dengan vaksin yang hanya bekerja satu atau dua bulan, menurut saya, sudah tidak mungkin terjadi," kata pimpinan Moderna Stephane Bancel pada acara yang diselenggarakan oleh grup jasa keuangan Oddo BHF.

Ilustrasi: Botol vaksin Moderna untuk melawan virus corona (COVID-19). /ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/Pool/foc/cfo
Ilustrasi: Botol vaksin Moderna untuk melawan virus corona (COVID-19). /ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/Pool/foc/cfo

"Peluruhan antibodi yang dihasilkan oleh vaksin pada manusia menurun dengan sangat lambat. Kami percaya akan ada potensi perlindungan untuk sekitar dua tahun tahun."

Baca Juga:

Beda Cara Kerja Vaksin Sinovac dengan Jenis mRNA dari Moderna dan Pfizer

Bancel menambahkan, perusahaannya akan membuktikan bahwa vaksinnya juga akan efektif melawan varian virus corona yang muncul di Inggris dan Afrika Selatan.

Para ilmuwan mengatakan, vaksin yang baru dikembangkan harus sama efektifnya terhadap kedua varian itu. (*)

Baca Juga:

Ini Perbandingan Vaksin COVID-19 dari Moderna dan Pfizer-BioNTech

#Vaksin Covid-19 #Virus Corona #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif baru hingga 12,5% terhadap barang dari 60 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Dunia
2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Dua tanker minyak meledak di Selat Hormuz. Iran menuding blokade AS sebagai penyebab dan mengancam balasan. UKMTO melaporkan kapal terbakar di dekat Oman.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
 2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Indonesia
Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
 Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Dunia
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
NORAD mengatakan pembatasan itu berlaku mulai Jumat hingga Minggu melalui sejumlah temporary flight restrictions (TFR) yang diterapkan bersama Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Bagikan