Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Booster Kedua Solo Rendah

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 26 Januari 2023
Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Booster Kedua Solo Rendah

Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melalui 17 Puskesmas mulai melayani vaksinasi penguat atau booster kedua bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas. Namun, capaian vaksinasi booster dosis kedua di Solo masih rendah.

Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan pelayanan vaksinasi penguat kedua mulai dilakukan untuk warga berusia 18 tahun ke atas pekan ini. Untuk vaksin booster dosis kedua di Solo menggunakan Pfizer.

Baca Juga:

Percepat Booster, Dinkes DKI Siapkan 150 Ribu Dosis Vaksin COVID-19

"Stok jenis vaksin yang kita pakai untuk booster dosis kedua di Solo jenis Pfizer," kata dia.

Dia mengatakan masyarakat bisa datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP jika ingin booster dosis kedua. Sebelum itu, warga perlu melihat Aplikasi PeduliLindungi untuk mengecek ada e-tiket-nya sudah ada atau belum.

"Segera vaksin booster kedua jangan menunda. Cukup bawa KTP dan cek e-tiket
Aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Dia menjelaskan vaksin Covid-19 penguat kedua penting untuk membentengi tubuh dari Covid-19. Pertahanan tubuh semakin kuat dengan vaksin penguat kedua ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut.

Baca Juga:

Masyarakat Jangan Sesuka Hati Lepas Masker meski Sudah Vaksin Booster Kedua

“Salah satu upaya melindungi diri dengan vaksinasi dan memperhatikan prokes. Silahkan boleh lepas masker. Apabila daya tubuh rendah memakai masker,” katanya.

Dia mengatakan antusiasme warga yang melakukan vaksin Covid-19 penguat kedua belum tinggi. DKK melalui 17 puskesmas bakal melakukan vaksinasi massal menyasar mal, pasar tradisional, dan toserba.

"Karena ini masih awal capaian vaksinasi booster dosis kedua masih rendah. Jika antusias warga tinggi kami bakal meminta bantuan rumah sakit di Kota Solo untuk melayani vaksin," katanya.

Adapun total cakupan vaksin dosis 1 sebanyak 131,34 persen, dosis 2 sebanyak 124,06 persen, dosis 3 sebanyak 76,08 persen, dan dosis 4 29, 61 persen. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Booster Kedua Sudah Dimulai, Cek Jenis Kombinasi Vaksinasinya

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #Dinas Kesehatan #Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Bagikan