Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka

Arsip - KA Sancaka Fakultatif berhenti di Stasiun Solo Balapan Solo. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Pasangan muda-mudi yang tega membuang bayi berusia empat hari di toilet wanita gerbong eksekutif 3 Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Yogyakarta–Surabaya akhirnya diringkus di Solo. Hasil penyelidikan mengungkap, keduanya bukan penumpang KA Sancaka melainkan penumpang KRL.

Baca juga:

Jerat Pasal Tersangka Buang Bayi di Solo, Bisa Dikenai Hukuman 15 Tahun Bui

Wakapolresta Solo, Kombes Pol Sigit, menjelaskan pelaku laki-laki berinisial HDP (31), warga Banyumas, sudah berstatus menikah dan memiliki dua anak. Sementara pelaku perempuan berinisial NIZ (25), warga Tegal Timur, merupakan ibu dari bayi tersebut.

Tersangka laki-laki statusnya sudah menikah dan punya anak dua. Bayi hasil hubungan gelap,

Wakapolresta Solo, Kombes Pol Sigit.

CCTV Ungkap Identitas Pelaku


Kepada media, dikutip Sabtu (11/7), Kasat PPA/PPO Polresta Solo, Kompol Ratna Kartika Sari, menambahkan penangkapan dilakukan setelah tim menelusuri rekaman CCTV di Stasiun Lempuyangan, Klaten, dan Yogyakarta.

Petunjuk di Stasiun Lempuyangan kemudian melakukan profiling keduanya hingga akhirnya menemukan identitas keduanya dan mengamankan kedua tersangka,

Kompol Ratna Kartika Sari

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk gendongan bayi, kardus susu, baju bayi, waslap, tisu basah dan kering, pakaian pelaku, serta satu tas koper.

Baca juga:

KAI Hadirkan KA Taksaka, Usung KA Eksekutif dan Luxury New Generation

Batal Dimasukan ke Panti Asuhan, Bayi Dibuang ke Toilet Kereta

Bayi dilahirkan secara mandiri di rumah NIZ pada 1 Juli 2026. Sehari kemudian, pelaku membawa bayinya ke Yogyakarta untuk bertemu HDP. Keduanya sempat menginap di penginapan dekat tempat kerja HDP dan merencanakan apakah bayi akan ditinggalkan di panti asuhan atau dibuang.

NIZ sempat mendatangi panti asuhan di Yogyakarta, namun karena batas penitipan hanya tiga bulan, rencana itu batal. Akhirnya, pasangan itu naik KRL Yogya–Solo, turun di Stasiun Klaten, lalu kembali ke Yogyakarta karena masih bingung.

Baca juga:

Pelaku Pembuang Bayi di Lebak Masih SMA

Sesampainya di Stasiun Yogyakarta, keduanya duduk di depan mushola sebelum akhirnya memutuskan membuang bayi di KA Sancaka yang tengah berhenti. NIZ meletakkan bayi di toilet wanita gerbong eksekutif 3, sementara HDP berjaga di depan gerbong.

Setelah tegas membuang bayi hasil buah cinta mereka, pasangan asal itu meninggalkan stasiun dan menuju Terminal Jombor untuk pulang ke Tegal. (Ismail/Jawa Tengah)

#Bayi #Solo #Kereta Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Dua gamelan sekaten tersebut dibunyikan sebagai tanda dimulainya acara adat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Mulud Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Indonesia
Berkas Lengkap, 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Solo Segera Hadapi Persidangan
Kejari Solo menuntaskan penyidikan kasus korupsi dana hibah KONI. Kerugian negara mencapai Rp 1 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Berkas Lengkap, 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Solo Segera Hadapi Persidangan
Indonesia
Sempat Dibius, Begini Kondisi Didi Orang Utan yang Sempat Lepas dari Solo Safari
Didi bersikap kooperatif saat didekati keeper atau pawangnya sebelum dibius.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Sempat Dibius, Begini Kondisi Didi Orang Utan yang Sempat Lepas dari Solo Safari
Indonesia
Sambut HUT RI ke-81, 4 Kereta KAI Bakal Tampil dengan Livery Merah Putih
KAI menghadirkan livery merah putih untuk menyambut HUT RI ke-81. Livery tersebut hadir di empat kereta api.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
Sambut HUT RI ke-81, 4 Kereta KAI Bakal Tampil dengan Livery Merah Putih
Indonesia
Dari Kereta ke Laut, Jalur Baru Menuju Kepulauan Seribu Mulai Terbentuk
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperkuat transportasi laut mulai 2027, membuka peluang terbentuknya perjalanan yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Dari Kereta ke Laut, Jalur Baru Menuju Kepulauan Seribu Mulai Terbentuk
Indonesia
Layani Lebih 5 Juta Pelanggan, Stasiun Manggarai Disiapkan Buat Konektivitas Transportasi Jakarta
Saat ini, aktivitas di Stasiun Manggarai mencapai sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan per hari, dengan sekitar 700–750 perjalanan kereta api setiap hari.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Layani Lebih 5 Juta Pelanggan, Stasiun Manggarai Disiapkan Buat Konektivitas Transportasi Jakarta
Indonesia
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
KAI mengelola 2.997,99 ton limbah sepanjang 2025 melalui skema guna ulang dan daur ulang. Material kereta pensiun seperti besi, baja, dan logam kembali dimanfaatkan industri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Sebagai bagian dari proses penyidikan sekaligus memastikan barang bukti tersebut tidak kembali beredar di tengah masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Bagikan