Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani meninjau bayi yang ditemukan di KA Sancaka, Senin (6/7). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani memberikan nama bayi yang ditemukan KA Sancaka, Bayu Nawasena Bhayangkara.

Pemkot Solo memastikan akan mengawal penanganan bayi laki-laki yang ditemukan di atas Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta–Solo hingga proses penyelidikan yang dilakukan Polresta Surakarta selesai. Keselamatan dan masa depan bayi tersebut menjadi tanggung jawab bersama.

Kami berikan nama bayi inibBayu Nawasena Bhayangkara tersebut merupakan doa dan harapan agar sang bayi memiliki kehidupan yang lebih baik,

ujar Astrid, Senin (6/7).

Dia mengatakan untuk makna arti nama ini adalah “Bayu” dimaknai sebagai unsur kehidupan yang terus mengalir menuju kebaikan. “Nawasena” berarti harapan baru sekaligus masa depan yang gemilang, sedangkan “Bhayangkara” menjadi pengingat bahwa sejak ditemukan bayi tersebut telah mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari jajaran Polri.

Baca juga:

Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV

Pemkot Solo hadir untuk memastikan bayi mendapatkan perlindungan, perawatan, serta hak-haknya sebagai seorang anak. Yang terpenting saat ini memastikan kondisi bayi sehat dan mendapatkan kasih sayang serta perlindungan yang layak,

kata dia.

Pemkot Solo, akan terus berkoordinasi dengan Polresta Surakarta, rumah sakit, dan instansi terkait agar seluruh proses penanganan berjalan dengan baik dan akan mengawal proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian hingga tuntas.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pemerintah Kota akan mendukung penuh upaya Polresta Surakarta dalam mengungkap kasus ini, sembari memastikan masa depan bayi ini tetap menjadi perhatian bersama,” katanya.

Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya

Kami juga memberikan pendampingan kepada bayi tersebut melalui Satres PPA dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta serta pihak rumah sakit,

kata Lingga.

Sampai saat ini Polresta Surakarta masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku yang diduga menelantarkan bayi tersebut.

#PT KAI #Solo #Bayi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Bagikan