MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat peningkatan kapasitas layanan KRL di Stasiun Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8. Pengembangan ini disiapkan untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12 pada Bogor Line, seiring dengan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dari Bogor dan kawasan penyangga menuju Jakarta.
Berdasarkan data KAI semester I 2026, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi jika dibandingkan dengan stasiun lain yang melayani KRL Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL, terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out.
“Secara rata-rata, pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 per hari,” kata Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba di Jakarta, Sabtu (4/6).
Dalam daftar lima stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi pada semester I 2026, Stasiun Bogor berada di posisi pertama dengan 18.451.462 pergerakan pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan pelanggan, Stasiun Sudirman 13.078.339 pergerakan pelanggan, Stasiun Citayam 11.465.614 pergerakan pelanggan, dan Stasiun Bekasi 11.425.878 pergerakan pelanggan.
Baca juga:
Bakal Makin Mudah Naik Turun, PT KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor
Capaian ini menunjukkan Stasiun Bogor sebagai simpul utama perjalanan harian pelanggan KRL, sekaligus memperlihatkan kuatnya peran Bogor Line dalam mobilitas kawasan penyangga Jakarta. Anne mengatakan posisi Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi menjadi dasar penting dalam percepatan peningkatan kapasitas layanan.
Stasiun Bogor melayani pergerakan pelanggan KRL tertinggi sepanjang semester I 2026.
“Oleh karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian penting untuk menyiapkan kapasitas layanan yang lebih besar, terutama dalam mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12,” ujar Anne.
Secara bulanan, pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor tercatat 3.045.950 pada Januari, 2.665.471 pada Februari, 3.248.710 pada Maret, 3.139.775 pada April, 3.151.673 pada Mei, dan 3.199.883 pada Juni 2026.
Volume tersebut menunjukkan Stasiun Bogor secara konsisten menjadi pusat mobilitas utama pelanggan KRL selama semester I 2026. Anne menjelaskan Bogor Line merupakan salah satu lintas utama KRL Commuter Line yang melayani perjalanan masyarakat dari Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga Jakarta. Selain Bogor yang menempati posisi pertama, Stasiun Citayam juga masuk lima besar, sedangkan Stasiun Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok masuk dalam jajaran stasiun dengan pergerakan pelanggan tinggi.
Data itu memperkuat kebutuhan peningkatan kapasitas layanan pada Bogor Line. “Bogor Line menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk perjalanan harian. Dengan kesiapan SF12, kapasitas layanan dalam satu perjalanan dapat meningkat dan proses naik-turun pelanggan di Stasiun Bogor dapat lebih tertata,” kata Anne.
Saat ini, pekerjaan konstruksi telah masuk tahap finishing dan secara paralel dilakukan uji operasional. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 yang dimulai sejak 15 April 2026 ditargetkan selesai total pada 15 Juli 2026. Pengembangan yang dilakukan mencakup pekerjaan persiapan, struktur dan arsitektur, mechanical, electrical, and plumbing atau MEP, pekerjaan jalan rel, serta listrik aliran atas atau LAA.
KAI juga memasang overcapping atau kanopi di area peron untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu KRL, termasuk ketika cuaca panas dan hujan. Sebagai bagian dari penyelesaian pekerjaan, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan keselamatan serta kualitas prasarana sebelum digunakan secara optimal. Selama proses pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus berkoordinasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI juga terus mempersiapkan penguatan konektivitas Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang agar perpindahan layanan semakin mudah bagi masyarakat.(knu)
Baca juga: