Miliki Tingkat Penyebaran Lebih Cepat, Varian Anak Omicron Kini Jadi Ancaman Baru

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 15 Maret 2022
Miliki Tingkat Penyebaran Lebih Cepat, Varian Anak Omicron Kini Jadi Ancaman Baru

RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah varian Omicron, warga kini dihebohkan dengan varian baru disebut "anak Omicron".

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, hingga 15 Maret 2022, terdapat 363 subvarian Omicron BA.2 atau anak Omicron yang terdeteksi di Indonesia.

Jumlah ini berasal dari 8.302 pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan sejak Januari 2022.

Baca Juga:

Varian Gabungan Delta X Omicron Teridentifikasi, tapi Deltacron Bukan Ancaman

"Tapi memang jumlahnya lebih kecil BA.1 (Omicron). Jenis BA.1 yang mendominasi khususnya varian Omicron di Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers Virtual, Selasa (15/3).

Demi kewaspadaan terhadap penyebaran Omicron BA.2, masyarakat diminta tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Utamanya, penggunaan masker dan percepatan vaksinasi COVID-19.

"Hasil pengamatan kami hingga saat ini terkait karakteristik Omicron BA.2 ini memiliki tingkat transmisi yang tinggi atau lebih cepat menular serta tingkat keparahan apabila seseorang terinfeksi," ucapnya.

Pemantauan subvarian yang dijuluki Omicron siluman ini terus dilakukan. Terlebih BA.2 tersebut menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus COVID-19.

Negara Hong Kong, Korea Selatan, dan Inggris termasuk tiga negara yang tengah terjadi kenaikan kasus lantaran penyebaran Omicron BA.2.

"Beberapa negara yang sedang kita amati dan pelajari tren penularan atau laju penularannya, seperti di Hong Kong, Korea Selatan, dan Inggris yang kita ketahui mengalami peningkatan kasus perawatan karena adanya peningkatan varian baru dari Omicron yaitu subvarian BA.2," jelas Nadia.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Mengonsumsi Kopi Pahit Dapat Mengatasi Varian Omicron

Menurutnya, vaksin COVID-19 apa pun jenisnya yang digunakan di Indonesia masih sangat efektif untuk seluruh varian Omicron, baik BA.1, BA.1.1, BA.2 maupun BA.3 dan jenis varian COVID-19 lainnya.

Dengan adanya penambahan vaksin dosis ketiga atau booster akan meningkatkan penambahan pertahanan tubuh.

Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkap kenaikan kasus di sejumlah negara Eropa.

Luhut mengatakan, di Eropa juga terjadi penyebaran subvarian Omicron baru, BA2.

"Pemerintah juga kembali menginformasikan bahwa terjadi kenaikan kasus di beberapa negara Eropa, hal ini terjadi setelah negara tersebut kembali melonggarkan kebijakan protokol kesehatan," kata Luhut.

Kenaikan kasus di Eropa itu karena kebijakan protokol kesehatan yang melonggar. Selain itu, kenaikan kasus dipicu penyebaran subvarian Omicron BA2.

"Terjadi kenaikan kasus di Eropa sejalan dengan kebijakan melonggarkan protokol kesehatan dan penyebaran subvarian Omicron BA2 yang baru," imbuhnya.

Sementara itu, di beberapa negara, seperti Arab Saudi dan Malaysia, mulai melakukan transisi dari pandemi ke endemi karena dianggap telah memenuhi vaksinasi lengkap dan booster.

Oleh karena itu, Luhut mengatakan pemerintah akan mendorong percepatan vaksinasi untuk mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi.

"Beberapa negara, seperti Arab Saudi dan Malaysia, mulai melakukan transisi dari pandemi ke endemi, pertimbangan utamanya tingkat vaksinasi lengkap dan booster yang sudah tinggi di kedua negara itu," imbuhnya. (Knu)

Baca Juga:

Varian Mutasi Omicron Sudah Terdeteksi di Indonesia

#COVID-19 #Kasus COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan