Meta Diprediksi akan Lakukan PHK Besar-besaran Lagi

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 20 April 2023
Meta Diprediksi akan Lakukan PHK Besar-besaran Lagi

PHK berlangsung pekan ini. (Foto: Unsplash/ANTONI SHKRABA production)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERUSAHAAN yagn dulu dikenal sebagai Facebook itu dikonfirmasi TechCrunch akan mengeluarkan putaran PHK massal lagi. Putaran PHK terbaru ini masih menjadi bagian dari rencana PHK yang terakhir, dengan total tenaga kerja yang dirumahkan mencapai sekitar 10.000 karyawan.

Sebanyak 4.000 pekerjaan pada pekan ini dikonfirmasi akan dihilangkan, sebagai langkah restrukturisasi terbaru perusahaan. Mereka masih bagian dari 10.000 PHK yang lalu, dan Zuckerberg mengungkapkan alasan PHK karena pekerjaan-pekerjaan itu dianggap sebagai 'proyek prioritas rendah'.

Pemutusan hubungan kerja massal adalah bagian dari restrukturisasi yang lebih luas di Meta yang dijuluki Zuckerberg sebagai 'tahun efisiensi', yang dimulai dengan 11.000 PHK yang diumumkan pada bulan November lalu.

Baca juga:

Meta Tutup Layanan Fintech Novi, Tanda Kejatuhan Kripto?

Karyawan dipecat karena rencana restrukturisasi perusahaan. (Foto: Unsplash/Alex Kotliarskyi)

Zuckerberg sebelumnya mengatakan PHK April ini akan memengaruhi peran di departemen teknologi, sementara putaran PHK lainnya yang direncanakan pada Mei akan menghantam sisi bisnis. Nampaknya Zuckerberg sedang berupaya memutar otak dengan bisnis dan pengembangan teknologi perusahaannya.

Beberapa berspekulasi bahwa banyak proyek dan tim dalam aplikasi Facebook dan Reality Labs, unit yang didedikasikan untuk pengalaman augmented reality dan virtual, akan segera bertemu ajalnya. Namun, mereka yang mengerjakan pengembangan game mungkin aman untuk saat ini.

Pasalnya, Meta masih berupaya untuk memasarkan pertaruhan teknologi mereka pada metaverse kepada para pengguna tradisional. Itu bisa menjadi poros strategis untuk Meta dan Zuckerberg, keduanya telah mempromosikan metaverse sebagai tempat interaksi sosial, pekerjaan, dan e-commerce.

Baca juga:

Meta Platform Punya Banyak Saingan di Jagat Metaverse

Meta masih ingin kembangkan metaverse. (Foto: Meta)

Sayangnya, metaverse berpotensi menjadi salah satu investasi teknologi terburuk sepanjang sejarah Zuckerberg. Sepanjang 2022, Reality Labs telah mencatat kerugian hingga USD 13,7 miliar (Rp 204 triliun), hampir tujuh kali lebih besar dari pendapatannya yang hanya USD 2,2 miliar (Rp 32,9 triliun).

Meta juga diketahui menuangkan miliaran dolar AS ke dalam platform VR sosial Horizon Worlds. Sayangnya, Horizon Worlds belum benar-benar diluncurkan, dengan hanya sekitar 200.000 pengguna aktif bulanan pada akhir tahun lalu. (waf)

Baca juga:

Meta akan PHK 10.000 Karyawan

#Meta #Mark Zuckerberg
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Tekno
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Paket baru langganan lengkap Instagram, Facebook, dan WhatsApp ini khusus menyasar kalangan pengguna untuk bisnis, konten kreator, dan Meta AI.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Indonesia
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang terdampak keliru, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Indonesia
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Meta dan Google belum memenuhi kewajiban membatasi akses anak16 tahun ke bawah di Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Indonesia
Kemkomdigi Periksa Google dan Meta soal Aturan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Kemkomdigi segera memeriksa Google dan Meta. Pemeriksaan itu terkait aturan perlindungan anak dalam PP Tunas.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Kemkomdigi Periksa Google dan Meta soal Aturan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Berikan Sanksi Tegas ke Meta, Konten Judol Masih Banyak Ditemukan
Komisi I DPR meminta pemerintah menjatuhkan sanksi kepada Meta. Sebab, tingkat kepatuhan pemberantasan judol dinilai masih rendah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
DPR Minta Pemerintah Berikan Sanksi Tegas ke Meta, Konten Judol Masih Banyak Ditemukan
Indonesia
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran lainnya sangat buruk, yakni hanya mencapai 28,47 persen atau tidak sampai 30 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Indonesia
Meta Sudah Dipanggil, Komdigi Jamin Reset Password Instagram Aman
Berdasarkan penjelasan Meta, proses reset kata sandi berjalan melalui sistem resmi Instagram dan tidak membuka akses kata sandi kepada pihak lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Meta Sudah Dipanggil, Komdigi Jamin Reset Password Instagram Aman
Dunia
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Diperkirakan, 150 ribu pengguna Facebook dan 350 ribu akun Instagram akan terdampak.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
 Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel tentang Mark Zuckerberg yang mengaitkan konflik Iran-AS dengan matinya Google atau internet secara global.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Bagikan