Menteri Pigai Jamin Krisis Venezuela Beres Kalau Indonesia Jadi Ketua Dewan HAM PBB

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Menteri Pigai Jamin Krisis Venezuela Beres Kalau Indonesia Jadi Ketua Dewan HAM PBB

Menteri HAM Natalius Pigai saat diwawancarai di Gedung Kementerian HAM di Jakarta, Selasa (6/12/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan Indonesia yang dinominasikan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akan bisa menyelesaikan isu-isu global, termasuk permasalahan yang dialami Venezuela saat ini.

“Besok yang Venezuela nanti putra Indonesia yang akan menangani Venezuela,” kata Pigai, kepada media, di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1).

Menurut Pigai, keberadaan Kementerian HAM menjadi salah satu faktor yang mendorong Indonesia bisa masuk nominasi Presiden Dewan HAM PBB.

Baca juga:

Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras

Pigai mengungkapkan jika Indonesia nanti ditunjuk menjadi Presiden Dewan HAM PBB merupakan tonggak sejarah baru pencapaian bangsa di tingkat internasional

"Karena untuk pertama kalinya dalam 80 tahun berdiri, Indonesia berkesempatan memimpin lembaga multilateral dunia," tandas orang nomor satu di Kementerian HAM itu.

Baca juga:

Ketegangan AS–Venezuela Memanas, DPR Desak Evakuasi WNI

Indonesia Dinominasikan Negara Asia-Pasifik

Sebelumnya, Indonesia resmi dipilih anggota kelompok Asia-Pasifik di Dewan HAM PBB untuk dinominasikan sebagai ketua badan tersebut untuk masa jabatan tahun 2026.

Jika ditetapkan, Indonesia berkomitmen memimpin jalannya sidang dan proses internal Dewan HAM PBB secara objektif, inklusif, dan berimbang.

Baca juga:

Diusulkan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia akan Meningkat

Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan nominasi akan ditetapkan dalam Pertemuan Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026.

"Penetapan ini mencerminkan kepercayaan negara-negara di kawasan Asia Pasifik terhadap peran dan kepemimpinan Indonesia dalam memajukan agenda HAM di tingkat global,” tandas Kemenlu RI, dilansir Antara. (*)

#Natalius Pigai #Dewan HAM PBB #Venezuela
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Dunia
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat
Pemerintah Kuba menyampaikan bahwa 32 pejuang yang menjalankan tugas keamanan dan pertahanan di Caracas
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat
Berita Foto
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat
Aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 06 Januari 2026
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat
Indonesia
Menteri Pigai Jamin Krisis Venezuela Beres Kalau Indonesia Jadi Ketua Dewan HAM PBB
“Besok yang Venezuela nanti putra Indonesia yang akan menangani Venezuela,” kata Menteri HAM Natalius Pigai
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Menteri Pigai Jamin Krisis Venezuela Beres Kalau Indonesia Jadi Ketua Dewan HAM PBB
Indonesia
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengecam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dan mendesak PBB menggelar sidang darurat demi menjaga hukum internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Indonesia
PBB Berada di Persimpangan Jalan Menyusul Penangkapan Nicolas Maduro, DPR RI: Jangan Hanya Sekadar Jadi Forum Retorika
Sukamta menilai, kini PBB berada di persimpangan jalan, apakah sebagai penjaga perdamaian dunia atau semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara-negara kuat.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
PBB Berada di Persimpangan Jalan Menyusul Penangkapan Nicolas Maduro, DPR RI: Jangan Hanya Sekadar Jadi Forum Retorika
Indonesia
Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Jadi Preseden Buruk, DPR RI: Hari Ini Venezuela, Besok Bisa Terjadi pada Negara Lain
Tindakan Amerika Serikat berisiko dinormalisasi oleh negara-negara kuat.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Jadi Preseden Buruk, DPR RI: Hari Ini Venezuela, Besok Bisa Terjadi pada Negara Lain
Indonesia
AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Indonesia Harus Waspada Dampak Ekonomi dan Berefleksi
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia mesti waspada menyusul tindakan Amerika Serikat (AS) menyerang dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Indonesia Harus Waspada Dampak Ekonomi dan Berefleksi
Indonesia
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Krisis Venezuela kini jadi alarm keras. DPR pun mendesak agar ketahanan energi nasional diperkuat.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Indonesia
Presiden Venezuela DItangkap AS, DPR RI Minta Indonesia Mainkan Diplomasi 'Tingkat Tinggi'
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. DPR pun meminta Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan skenario darurat.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Presiden Venezuela DItangkap AS, DPR RI Minta Indonesia Mainkan Diplomasi 'Tingkat Tinggi'
Bagikan