Kesehatan

Mengukur Mr.P Tak Semudah yang Dibayangkan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 29 Juni 2022
Mengukur Mr.P Tak Semudah yang Dibayangkan

Ukuran Mr.P seseorang berbeda-beda. (Foto: Unsplash/Mike Dorner)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK faktor untuk menentukan seberapa akurat ukuran Mr.P kamu. Mengukurnya tidak sekadar menggunakan penggaris atau jengkal. Hasilnya tidak akan akurat karena ukuran Mr.P bisa berubah-ubah dalam keadaan tertentu.

Dimuat di laman Men's Health, ahli urologi dan seksolog Dr. Stefan Buntrock mengatakan banyak orang salah paham dan salah cara dalam mengukur ukuran Mr.P. Saat lembek dan ereksi, tentu ukuran Mr. P berbeda.

Baca Juga:

Tiga Ekspektasi Mustahil Terhadap Mr.P

Meski begitu, lanjut Buntrock, Mr.P tetap bisa diukur saat masih lembek untuk menentukan berapa ukuran pastinya saat ereksi. Pastikan posisi tubuh dalam keadaan berdiri dan keadaan Mr.P direnggangkan saat mengukurnya.

Tentukan titik awal pengukuran Mr.P. (Foto: Unsplash/Mockup Grapihcs)

"Ini dilakukan dengan berdiri, dengan Mr.P sejajar dengan lantai, pada sudut 90 derajat. Jika dilakukan dengan benar, panjang yang diregangkan mendekati panjang ereksi, tetapi perlu untuk menerapkan kekuatan tertentu," ujarnya.

Selain itu, kata Buntrock, banyak juga orang salah kira dalam menentukan titik awal yang tepat untuk mengukur Mr.P. Ia mengatakan bahwa titik yang paling tepat adalah bagian pangkal hingga ujung di sisi atas atau sisi punggung Mr.P.

Celakanya, bagi orang dengan bobot tubuh berlebih, bagian Mr.P dekat perut tertutup oleh lemak perut. Semakin banyak lemak perut, maka ukuran Mr.P kata Buntrock semakin kecil.

Namun, tetap ada solusi untuk mengukur Mr.P pria yang memiliki lemak perut berlebih. "Karena itu, saya lebih suka mengukur dari tulang Mr.P."

Baca Juga:

10 Senti Hempaskan Pasangan Kamu

Alat ukur yang kamu gunakan juga memengaruhi keakuratan ukuran Mr.P. Ia merekomendasikan agar kamu menggunakan pita pengukur daripada penggaris yang kaku, mengingat bentuk Mr.P sedikit melengkung. Pita pengukur akan membantu pengukuran dengan mengikuti bentuk Mr.P secara menyeluruh.

Saat cemas ukuran Mr.P lebih kecil. (Foto: Unsplash/Sander Sammy)

Di lain hal, ada beberapa faktor yang dapat membuat sulit untuk mengukur ukuran Mr.P, seperti saat cuaca dingin. Ketika Mr.P berada di lingkungan yang dingin, maka ukurannya otomatis akan mengecil. Oleh karena itu, ada baiknya mengukur Mr.P di tempat dengan suhu normal.

Bahkan, saat mengukur Mr.P, biasanya seorang pria bisa mengalami kecemasan. Mereka takut ukuran Mr.P tidak ideal atau tidak sesuai ekspektasi. Maka tidak mengherankan biasanya terjadi kontraksi pembuluh darah saat pengukuran Mr.P, yang hasilnya membuat ukurannya lebih kecil. Jadi, sebaiknya kamu tenang dan rileks ketika mengukur Mr.P.

Pastikan pula kamu belum ejakulasi dalam beberapa hari terakhir. Sebab apabila kamu mengalami ejakulasi baru-baru ini, ukurannya akan berpengaruh. (ikh)

Baca Juga:

Ukuran Hidung Memengaruhi Panjang Mr.P?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan