Kesehatan

10 Senti Hempaskan Pasangan Kamu

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 27 Maret 2021
10 Senti Hempaskan Pasangan Kamu

Mr.P tidak perlu lebih dari 10 cm. (Foto: Unsplash/Charles Deluvio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK perlu minder dengan ukuran Mr.P yang kamu punya. Mr.P tidak lebih dari 10 cm? Tidak masalah. Mr.P ukuran tersebut sudah cukup untuk membuat pasangan kamu gemetar dan terhempas di ranjang.

Zachary Zane, penulis artikel seks di Men's Health mengatakan ukuran Mr.P tidak memengaruhi performa bercinta. Ia menyebut Mr.P ukuran 4 inci atau 10,16 cm saat ereksi baik-baik saja.

Baca juga:

Mr.P Sekeras Sosis Pertanda Disfungsi Ereksi

Menurut Zane, ukuran 4 inci tidak termasuk dalam kategori Mr.P kecil. Hal ini dibuktikan lewat sebuah studi ilmiah yang melibatkan 15.500 pria. Studi tersebut mengungkapkan rata-rata saat ereksi ukuran Mr.P mereka mencapai 5,16 inci (13,1 cm).

Hampir kebanyakan pria memiliki Mr.P 10 cm. (Foto: Unsplash/Mike Dorner)

Dari studi tersebut, Zane menyimpulkan Mr.P berukuran 10 cm saat ereksi, artinya tidak jauh dari ukuran rata-rata Mr.P pria pada umumnya. "Kurang 1 Inci itu tidak banyak!," tegas Zane dalam artikelnya.

Studi tersebut juga menunjukkan 68% pria memiliki Mr.P 4,5 inci (11,43 cm) dan 5,8 inci (14,7 cm). Lalu 95% pria berada dalam kisaran 3,9 inci (9 cm) hingga 6,5 inci (16,5 cm). Itu berarti ukuran Mr.P 4 Inci (10,16 cm) masuk dalam kategori ukuran Mr.P hampir kebanyakan pria. Kamu benar-benar tidak sendirian.

Lalu, bagaimana membuat pasangan puas bermodalkan Mr.P 10 cm? Kuncinya ada pada gaya bercinta kata Zane. Gaya bercinta yang memberikan penetrasi dalam dapat memuaskannya.

Baca juga:

Dua Hal yang Bikin Mr P Keras Maksimal

Gaya bercinta yang disarankan tidak sulit atau muluk-muluk. Cukup lakukan gaya bercinta saling berhadapan. Posisi kamu di atas dan dia di bawah. Gaya bercinta ini memang klasik, tapi sangat tepat dan nyaman untuk melakukan penetrasi yang dalam.

Gaya bercinta saling berhadapan membuat penetrasi semakin dalam. (Foto: Unsplash/Travis Grossen).

Saat melakukan gaya saling berhadapan, boleh juga menyuruhnya untuk meletakkan kedua kakinya di pundak kamu. Ini membuat penetrasi semakin dalam.

Bosan melakukan penetrasi sambil saling berhadapan? Bilang ke pasangan kamu untuk memunggungi kamu. Kemudian, minta dia untuk sedikit menekuk lutut. Serang dia dari atas dan gunakan tangan sebagai penopang agar dia tidak terbebani tubuh kamu.

Tentu saja, selain melakukan gaya-gaya tadi, maksimalkan pula sesi foreplay. Silat lidah kepada Miss V akan makin membuatnya mudah mencapai orgasme. Bahkan, boleh jadi sebelum Mr.P melakukan tugas utama, pasangan kamu sudah mencapai puncak di sesi foreplay. (ikh)

Baca juga:

Makanan dan Minuman Ini Bikin 'Keras'



#Seks #Tips Sex #Bercinta #Tips Bercinta #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan