Headline

Mengapa Pemilihan Pengganti Sandiaga Uno Molor?

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 26 Juli 2019
Mengapa Pemilihan Pengganti Sandiaga Uno Molor?

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang dijadwalkan anggota DPRD tanggal 22 Juli nyatanya gagal dilaksanakan. Artinya, pemilihan pengganti Sandiaga Uno tertunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Saat ini Anggota Legislatif Kebon Sirih masih berkutat pada Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) mengenai pembahasan tatib pemilihan pendamping Anies Baswedan. Lucunya tiga kali jadwal Rapimgab urung juga digelar karena berbagai macam alasan.

Baca Juga: Surat Rapimgab Wagub DKI Belum Sampai di Meja Ketua DPRD

Sedianya agenda awal pelaksanaan Rapimgab tersebut pada Rabu 10 Juli 2019 lalu, namun batal dilaksanakan karena banyak pimpinan fraksi DPRD yang tidak hadir. Diundur hingga Senin 15 Juli.

Di tanggal 15 Juli 2019, rapimgab harus batal kembali digelar dengan alasan tidak kuorum. Aturan kuorum rapimgab itu yakni 50 persen plus 1 dari jumlah pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi atau sebanyak 59 orang.

Rapat dianggap kuorum jika dihadiri minimal 31 orang. Sementara itu, rapimgab kedua hanya dihadiri 17 orang. Rapimgab tersebut akhirnya ditunda.

Kemudian, pada 16 Juli 2019 rapimgab tatib tersebut kembali batal digelar karena ada beberapa pihak yang tak bisa hadir.

Adapun alasan pejabat DKI yang ikut di dalam pemilihan Wagub DKI hingga 3 kali Rapat Pimpinan Gabungan (rapimgab) batal dilaksanakan.

1. M. Yuliadi Sekertaris Dewan DPRD DKI

Yuliadi menjelaskan alasan batalnya Rapimgab untuk membahas tata tertib pemilihan wagub DKI. Karena kesibukan para pimpinan Dewan Parlemen Kebon Sirih.

Yuliadi menegaskan, pihaknya tidak bisa menatur jadwal Rapimgab tanpa persetujuan dari anggota dewan.

"Kami sudah fasilitasi perintah dari pansus untuk membuat undangan. Tapi pimpinannya banyak acara, masih sibuk masing-masing" kata Yuliadi.

Baca Juga: Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tidak Ditunda Sampai Tahun Depan

Yuliadi pun menyampaikan berapa biaya dalam pemilihan pengganti Sandiga Uno, khususnya dana Pansus Wagub DKI Jakarta. Dua pimpinan Pansus DKI mendapatkan Rp 170.000 per bulan.

Kedua pimpinan itu yakni Ongen Sangaji sebagai Ketua Pansus pemilihan Wagub DKI, sedangkan Wakil Ketua Pansus DKI diemban oleh Bestari Barus.

Kemudian 23 anggota Pansus DKI menerima sebesar Rp 130.000 per bulan. Total keseluruhan tunjangan Pansus mencapai Rp 3,3 juta.

Merujuk pada data dalam situs apbd.jakarta.go.id, anggaran untuk kunjungan Pansus DKI tahun 2019 sebesar Rp 27 miliar. Anggaran tersebut untuk 10 kali kunker pansus. Jika dirata-rata, maka satu kali kunker alokasi dana yang disediakan mencapai Rp 270 juta untuk kebutuhan operasional anggota dewan selama kunker.

Jadi apabila Pansus DKI sudah dua kali kunker tatib pemilihan Wagub DKI. Maka biaya kunker yang sudah mereka habiskan berkisar Rp 540 juta.

Dua lokasi yang didatangi Pansus tatib dalam kunjungan kerja yakni Provinsi Riau dan Grobogan, Jawa Tengah.

2. Bestari Barus Wakil Ketua Pansus DKI Pemilihan Wagub

Bestari menilai batalnya Rapimgab tatib itu karena ada indikasi isu politik uang di dalam proses pemilihan Wagub DKI yang dihembuskan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Bestari pun meminta PSI bertanggung jawab atas pengunduran rapimgab ini. Ia juga meminta PSI untuk membuktikan dugaan politik uang tersebut.

"Itu bisa jadi menimbulkan kegaduhan sehingga pemimpinan kita tunda sampai PSI bisa membuktikan," kata Bestari saat dihubungi, Senin (22/7) lalu.

Ia juga berkomentar pelaksanaan Rapimgab sendiri adalah tugas Sekwan Yuliadi untuk mengkoordinasinya. Namun, belum ada kabar kapan Rapimgab tati akan dilangsungkan.

"Itu ranahnya Sekwan dan pimpinan. Sampai hari ini belum ada undangan untuk Rapimgab," jelasnya.

3. M. Taufik Wakil Ketua DPRD DKI fraksi Gerindra

Taufik mengatakan, alasan pelaksanaan Rapimgab tatib batal digelar karena anggota Dewan Kebon Sirih sibuk dengan kerjanya masing-masing.

Karena, menurut dia, Rapimgab harus dihadiri oleh pimpinan dewan, ketua komisi, maupun ketua fraksi. Maka, M Taufik meminta semua pihak untuk bersabar.

Baca Juga: Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI Dipastikan Mundur Lagi

"Iya, semua kan kunker, karena rapim harus dihadiri pimpinan fraksi, dan setiap komisi, komisinya kunker gimana? Sabar saja dulu," jelas Taufik.

Hingga saat ini proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta masih mandek di Dewan Legislatif Kebon Sirih. Harusnya penuntasan kursi DKI 2 selesai pada Senin 22 Juli 2019 lalu. (Asp)

#Sandiaga Uno #DPRD DKI Jakarta #Wakil Gubernur DKI Jakarta #Pansus DPRD DKI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta tetap besar sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif pendanaan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Indonesia
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Bebizie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Indonesia
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Harus ada sanksi hukum untuk pihak-pihak yang sengaja membuat tantangan baca surah Alquran berhadian miras, agar ada efek jera.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Bagikan