Headline

Memanas, Pendukung 'Cicak dan Buaya' Gelar Aksi Bersamaan di KPK

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 30 Agustus 2019
Memanas, Pendukung 'Cicak dan Buaya' Gelar Aksi Bersamaan di KPK

Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi di Gedung KPK, Jumat (30/8). Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Suasana Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendadak memanas pada Jumat (30/8) siang. Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir.

Sejumlah poster menolak Capim KPK bermasalah dibentangkan massa. Aksi ini diawali dengan pertunjukan musik. Secara bersama-sama, ratusan massa aksi menyanyikan lagu lawas karya musisi legendaris Iwan Fals berjudul 'Bento'.

Baca Juga

Asal Muasal Istilah Cicak VS Buaya

"Save KPK! Save KPK," teriak massa aksi di akhir lagu Bento.

Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. Foto: MP/Ponco
Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. Foto: MP/Ponco

Penasihat KPK, Tsani Annafari kemudian naik ke atas panggung dan berorasi. Tsani mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak meloloskan capim bermasalah untuk tidak diajukan ke DPR dan mengikuti fit and proper test.

Tsani pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mengawal proses seleksi capim KPK. Di penghujung orasi, Tsani mengajak peserta aksi untuk meneriakkan yel-yel 'Hajar Koruptor'.

Baca Juga

Capim KPK Roby Arya Janji Takkan Usut Kasus Korupsi Oknum Polri dan Kejaksaan

Sebagai penutup, ayo teriakan, koruptor? Hajar! Koruptor? Hajar!" seru Tsani.

"Hajar!" seru peserta aksi.

"Semoga teriakkan ini didengar Presiden Jokowi," timpal Tsani.

Sesaat setelah Tsani turun dari panggung orasi, sekelompok massa berkumpul di depan Gedung KPK. Setidaknya ada sekitar tiga mobil komando. Masing-masing mobil komando membawa sekitar 100-an orang massa.

Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. Foto: MP/Ponco
Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. Foto: MP/Ponco

Berbeda dengan massa yang lebih dulu menggelar aksi, massa terakhir yang berkumpul di depan Gedung KPK justru mendukung penuh Pansel. Massa yang menamakan diri sebagai Koalisi Pejuang Keadilan ini meminta Koalisi Kawal Capim dan WP-KPK untuk tidak merecoki kerja Pansel.

Baca Juga

Ketua YLBHI Duga Pelaporan ke Polisi Terkait Kepentingan Seleksi Capim KPK

"Hentikan intervensi Pansel Capim KPK," teriak salah satu orator.

Sejumlah spanduk pun dibentangkan massa aksi ini. Selain mendukung Pansel, beberapa spanduk mengkritik WP-KPK dan Koalisi Capim KPK. Adu orasi antara dua kelompok massa ini pun bergemuruh di sekitar Gedung KPK.

Ratusan orang yang terdiri dari Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK menggelar aksi memprotes Pansel Calon Pimpinan KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. Foto: MP/Ponco
Massa yang menamakan diri sebagai Koalisi Pejuang Keadilan ini meminta Koalisi Kawal Capim dan WP-KPK untuk tidak merecoki kerja Pansel. Foto: MP/Ponco

Mereka mengaku berasal dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan rakyat Indonesia. Pantauan MerahPutih.com, massa aksi yang menyerukan stop intervensi terhadap pansel terdiri dari anak muda usia 15-20an hingga ibu-ibu paruh baya.

Baca Juga

KPK Vs Polri Mengulang Kasus Cicak vs Buaya

Saat beberapa massa aksi itu ditanyakan soal aksi tersebut dan tuntutannya, mereka mengaku tidak paham. "Saya cuma ikutan aja, diajakin tadi," kata seorang ibu-ibu yang ikut aksi tolak intervensi terhadap Pansel KPK. (Pon)

#Komisi Pemberantasan Korupsi #Capim KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Tidak ada alasan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengembalikan status 57 orang korban TWK KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Indonesia
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
KPK memberikan perhatian khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan jajarannya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
Indonesia
KPK Dalami Peran Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kasus Proyek Jalan Mempawah
Diketahui, kader Gerindra itu menjadi Bupati Mempawah selama dua periode 2009-2014 dan 2014-2018
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 23 Agustus 2025
KPK Dalami Peran Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kasus Proyek Jalan Mempawah
Indonesia
Kolaborasi Bareng KPK Kampanyekan Antikorupsi, Rhoma Irama Doakan Pejabat tak Pakai Rompi Oranye
Kerja sama ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mereka yang berpotensi terjerumus dalam tindak korupsi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 April 2025
Kolaborasi Bareng KPK Kampanyekan Antikorupsi, Rhoma Irama Doakan Pejabat tak Pakai Rompi Oranye
Indonesia
KPK Usut Dugaan Korupsi di Kalbar, Penyidik Mulai Lakukan Penggeledahan
Tessa belum bisa menyampaikan informasi lengkap mengenai kasus tersebut
Angga Yudha Pratama - Minggu, 27 April 2025
KPK Usut Dugaan Korupsi di Kalbar, Penyidik Mulai Lakukan Penggeledahan
Indonesia
PBHI Endus Uji Capim KPK Sekadar Formalitas
Julius memandang lima orang pimpinan dan dewan pengawas KPK yang ditetapkan DPR malah punya rekam jejak buruk
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 November 2024
PBHI Endus Uji Capim KPK Sekadar Formalitas
Indonesia
Profil & Jejak Kontroversial Johanis Tanak, Petahana Bos KPK yang Mau Hapus OTT
Mantan Jaksa Johanis Tanak kembali terpilih menjadi pimpinan KPK
Wisnu Cipto - Kamis, 21 November 2024
Profil & Jejak Kontroversial Johanis Tanak, Petahana Bos KPK yang Mau Hapus OTT
Indonesia
Profil Agus Joko Pramono, Profesor BPK Calon Pimpinan KPK Terpilih
Meski menjadi petinggi di BPK, Agus ternyata memiliki karier panjang di dunia akademisi.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 November 2024
Profil Agus Joko Pramono, Profesor BPK Calon Pimpinan KPK Terpilih
Berita Foto
Komisi III DPR Pilih Setyo Budiyanto Jadi Ketua KPK Periode 2024-2029
Anggota Komisi III DPR Arzetti Bilbina membaca surat suara saat pemilihan Pimpinan KPK periode 2024-2029 oleh Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Didik Setiawan - Kamis, 21 November 2024
Komisi III DPR Pilih Setyo Budiyanto Jadi Ketua KPK Periode 2024-2029
Bagikan