Memakai Penutup Mata saat Tidur Ternyata Memiliki Banyak Manfaat
Eye cover menghalau rangsangan dari luar seperti cahaya dan bayangan visual sehingga menstimulasi otak mengeluarkan rasa aman. (Freepik/Freepik)
BAGI beberapa orang, tidur mungkin adalah sebuah rutinitas kecil yang tidak terlalu rumit. Hanya perlu berbaring dan menutup mata. Namun, bagi sebagian lainnya, tidur adalah kegiatan yang penting untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas.
Melansir All About Vision, penutup mata atau eye cover, biasa juga disebut masker mata, membantu menaikkan kualitas tidur. Sebab, eye cover membantu dalam menghalau cahaya dan agar mata dapat beristirahat dengan lebih tenang. Hal ini membuat seseorang mampu tidur dan memasuki fase deep sleep atau tidur yang lebih berkualitas.
Penelitian Critical Care pada 2010 menyimpulkan eye cover menghalau rangsangan dari luar seperti cahaya dan bayangan visual sehingga menstimulasi otak mengeluarkan rasa aman, nyaman, dan siap untuk tidur. Tidur pun jadi lebih berkualitas.
Memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantumu terhindar dari masalah kesehatan seperti kepikunan, perubahan suasana hati yang drastis, serta konsentrasi. Lebih jauh, melansir Health Guideline ada sejumlah manfaat lainnya kala seseorang memakai eye cover.
Baca juga:
1. Mengurangi gangguan atau distraksi
Kamu pasti pernah merasa kepo mengecek ponsel pada malam hari sebelum tidur. Entah karena ingin melihat sesuatu di media sosial atau tak sengaja melihat muncul notifikasi di layar ponsel.
Sayangnya, ini justru membuat kita jadi keterusan memainkan gawai tersebut. Nah, adanya eye cover akan membuatmu lebih fokus untuk tidur dan tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal lain sehingga tidur pun akan lebih berkualitas.
2. Meringankan rasa sakit pada migrain
Saat mengalami migrain, secara tidak sadar kamu cenderung membutuhkan ruang yang gelap untuk beristirahat. Penutup mata dapat membantumu memperoleh sensasi gelap.
Bahkan, jenis penutup mata tertentu memiliki lapisan gel dingin di dalamnya yang dapat menyejukkan area mata, dahi, dan pelipis sehingga rasa sakit ketika migrain dapat lebih berkurang.
Baca juga:
3. Menghalau cahaya yang berbahaya
Seperti yang disinggung di poin pertama, kita sering memainkan gawai sebelum tidur. Padahal cahaya biru yang dihasilkan ponsel, televisi, atau jam LED di kamar berpotensi mengacaukan siklus tidurmu. Sebab, cahaya biru tadi memancing otak terus aktif. Akibatnya, proses produksi hormon melatonin, hormon untuk membuat tubuh lebih rileks, jadi terhambat.
Tak hanya bagi orang dewasa, ternyata memakai penutup mata saat tidur juga bermanfaat bagi anak-anak, loh. Bedanya, mereka tidak perlu rutin memakai eye cover setiap malam.
Saat terbaik bagi anak untuk memakai penutup mata adalah ketika mereka harus tidur di luar jam malam atau rutinitas biasanya. Misalnya ketika sedang tidur siang di mobil atau dalam perjalanan liburan.
Baik bagi anak-anak maupun orang dewasa, kamu harus bisa memilih penutup mata yang tepat. Eye cover yang baik adalah yang berbahan lembut, tidak terlalu kencang, dan tidak membuat mata merasa tertekan atau nyeri. (mcl)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya