Memakai Penutup Mata saat Tidur Ternyata Memiliki Banyak Manfaat

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 19 Agustus 2022
Memakai Penutup Mata saat Tidur Ternyata Memiliki Banyak Manfaat

Eye cover menghalau rangsangan dari luar seperti cahaya dan bayangan visual sehingga menstimulasi otak mengeluarkan rasa aman. (Freepik/Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI beberapa orang, tidur mungkin adalah sebuah rutinitas kecil yang tidak terlalu rumit. Hanya perlu berbaring dan menutup mata. Namun, bagi sebagian lainnya, tidur adalah kegiatan yang penting untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas.

Melansir All About Vision, penutup mata atau eye cover, biasa juga disebut masker mata, membantu menaikkan kualitas tidur. Sebab, eye cover membantu dalam menghalau cahaya dan agar mata dapat beristirahat dengan lebih tenang. Hal ini membuat seseorang mampu tidur dan memasuki fase deep sleep atau tidur yang lebih berkualitas.

Penelitian Critical Care pada 2010 menyimpulkan eye cover menghalau rangsangan dari luar seperti cahaya dan bayangan visual sehingga menstimulasi otak mengeluarkan rasa aman, nyaman, dan siap untuk tidur. Tidur pun jadi lebih berkualitas.

Memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantumu terhindar dari masalah kesehatan seperti kepikunan, perubahan suasana hati yang drastis, serta konsentrasi. Lebih jauh, melansir Health Guideline ada sejumlah manfaat lainnya kala seseorang memakai eye cover.

Baca juga:

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur

manfaat penutup mata
Memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantumu terhindar dari masalah kesehatan (Pexels/Andrea Piacquadio)

1. Mengurangi gangguan atau distraksi


Kamu pasti pernah merasa kepo mengecek ponsel pada malam hari sebelum tidur. Entah karena ingin melihat sesuatu di media sosial atau tak sengaja melihat muncul notifikasi di layar ponsel.

Sayangnya, ini justru membuat kita jadi keterusan memainkan gawai tersebut. Nah, adanya eye cover akan membuatmu lebih fokus untuk tidur dan tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal lain sehingga tidur pun akan lebih berkualitas.


2. Meringankan rasa sakit pada migrain


Saat mengalami migrain, secara tidak sadar kamu cenderung membutuhkan ruang yang gelap untuk beristirahat. Penutup mata dapat membantumu memperoleh sensasi gelap.

Bahkan, jenis penutup mata tertentu memiliki lapisan gel dingin di dalamnya yang dapat menyejukkan area mata, dahi, dan pelipis sehingga rasa sakit ketika migrain dapat lebih berkurang.

Baca juga:

Mau Tidur Nyenyak? Konsumsi Minuman ini

manfaat penutup mata
Jenis penutup mata tertentu memiliki lapisan gel dingin di dalamnya yang dapat menyejukkan area mata, dahi, dan pelipis. (Freepik/Freepik)

3. Menghalau cahaya yang berbahaya


Seperti yang disinggung di poin pertama, kita sering memainkan gawai sebelum tidur. Padahal cahaya biru yang dihasilkan ponsel, televisi, atau jam LED di kamar berpotensi mengacaukan siklus tidurmu. Sebab, cahaya biru tadi memancing otak terus aktif. Akibatnya, proses produksi hormon melatonin, hormon untuk membuat tubuh lebih rileks, jadi terhambat.


Tak hanya bagi orang dewasa, ternyata memakai penutup mata saat tidur juga bermanfaat bagi anak-anak, loh. Bedanya, mereka tidak perlu rutin memakai eye cover setiap malam.

Saat terbaik bagi anak untuk memakai penutup mata adalah ketika mereka harus tidur di luar jam malam atau rutinitas biasanya. Misalnya ketika sedang tidur siang di mobil atau dalam perjalanan liburan.

Baik bagi anak-anak maupun orang dewasa, kamu harus bisa memilih penutup mata yang tepat. Eye cover yang baik adalah yang berbahan lembut, tidak terlalu kencang, dan tidak membuat mata merasa tertekan atau nyeri. (mcl)

Baca juga:

Mengetahui Kepribadian Seseorang Lewat Jam Tidur

#Tidur Malam #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan