Mengetahui Kepribadian Seseorang Lewat Jam Tidur

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 18 Juli 2022
Mengetahui Kepribadian Seseorang Lewat Jam Tidur

Jam tidur mampu mengetahui karaktermu . (Foto: unsplash/Alexandra Gorn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JAM tidur seseorang memengaruhi kepribadiannya. Beda jam tidur maka berbeda pula jati diri seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip yourtango.com, waktu tidur menjadi panduan menarik untuk mengetahui siapa kamu sebenarnya. Apakah kamu tidur lebih dini atau larut di malam hari?

Baca Juga:

Lansia Memiliki Waktu Tidur Lebih Singkat

Jam 8 malam-10 malam

Orang yang tidur lebih awal antara jam 8 malam-10 malam, biasanya akan bangun lebih pagi. Akan tetapi, jika ia tidak memiliki rencana di pagi hari tetapi setiap harinya memiliki rutinitas tersebut, kemungkinan besar ia adalah orang yang berhati-hati dalam menjalani rutinitas.

Mereka yang bangun jam segini, tetap suka untuk bersenang-senang tetapi lebih memprioritaskan kesehatan dan jadwalnya di atas segalanya. Bagi sebagian orang, mereka yang memiliki waktu tidur cepat bisa dibilang kaku karena tidak memiliki jadwal fleksibel.

Orang yang suka bangun lebih pagi adalah orang yang lebih memprioritaskan kesibukannya. (Foto: Unsplash/Bruce Mars)

Jam 10 malam-12 malam

Tidak ada salahnya untuk tidur di antara jam 10 malam dan 12 malam. Namun, jika kamu secara teratur tidur pada waktu tersebut, akan mengungkapkan fakta yang cukup menarik tentang kepribadianmu. Orang-orang yang tertidur dalam rentang waktu ini dianggap sebagai pekerja keras yang cerdas dan andal, tetapi mereka juga memiliki sifat pemberontak.

Mereka adalah orang-orang yang tahu bahwa berpegang teguh pada rutinitas adalah hal yang bertanggung jawab untuk dilakukan. Tetapi mereka tidak dapat menahan diri untuk melakukan hal yang dapat menambahkan penghasilan, terutama jika mereka khawatir akan takut kehilangan sesuatu menyenangkan.

Baca Juga:

Sleep Calculator, Cara Menghitung Kapan Kamu Harus Tidur

Sementara itu, orang-orang ini harus dipuji karena niat baik mereka. Kadang-kadang mereka membutuhkan dukungan kuat untuk membantu mereka mencapai tujuan yang sukses.

Jam 12 malam-2 pagi

Banyak orang yang menggap diri mereka sebagai burung hantu yang mulai melakukan aktivitas atau produktif di malam hari. Mereka orang yang tidur jam segini merupakan pemikir kreatif, namun merupakan orang yang sangat khawatir.

Mereka mungkin begadang untuk melakukan aktivitas lainnya. Meski begitu, jika mereka sering tidur di waktu-waktu ini, menandakan mereka sedang gelisah karena merasa kebahagiaan sulit untuk ditemukan.

Orang- orang yang memiliki waktu tidur jam 12 malam memiliki rasa khawatir yang tinggi. (Foto: Unsplash/Anh Nguyen)

Jam 2 pagi-4 pagi

Orang-orang yang memiliki waktu tidur ini berjiwa bebas. Mereka cenderung menjadi wiraswasta. Sayangnya orang yang tidur selarut ini adalah seorang pemberontak, berapi-api, dan pemarah. (nbl)

Baca Juga:

Tetap Lelah Meski Sudah Tidur? Periksa Kebiasaan Burukmu

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Bagikan