Mantan Komisioner KPK Sarankan Jokowi Bentuk Tim Independen

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 01 Agustus 2017
Mantan Komisioner KPK Sarankan Jokowi Bentuk Tim Independen

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyarankan Presiden Joko Widodo meniru cara Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim independen untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

Menurut Busyro, hal tersebut dikarenakan hingga lebih dari 100 hari ini pelaku penyiraman air keras terhadap Novel belum mampu dituntaskan oleh pihak kepolisian.

Busyro mengungkapkan, sejak teror terhadap Novel tiga bulan silam, koalisi masyarakat sipil pernah mendesak presiden untuk segera membentuk tim independen mengusut kasus tersebut.

"Waktu itu kami sampaikan bersama, apa bisa mengambil contoh pak SBY dulu kasus cicak buaya, 'kan membentuk tim 8 dan semuanya adalah unsur masyarakat sipil bang Buyung cs," kata Busyro usai menghadiri pembukaan Sekolah Antikorupsi (Sakti) 2017 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).

Menurut Busyro, langkah SBY dengan membentuk tim 8 untuk menyelesaikan kasus cicak vs buaya pada waktu itu efektif. Karena itu, ia menyarankan Jokowi untuk membuat langkah serupa agar kasus Novel tidak berlarut-larut penyelesaiannya.

"Itu langkah pak SBY yang efektif dan cepet. Lah, ini tidak. Berarti sudah terlambat," tandas Ketua Bidang Hukum PP Muhamadiyah ini.

Lebih lanjut Busyro menuturkan, efektif atau tidaknya pengusutan kasus tersebut tergantung pada pihak kepolisian bukan kepada KPK. Pasalnya, lanjut dia, KPK tidak mempunyai kewenangan untuk menangani perkara tindak pidana umum.

"Efektif atau tidak tergantung kepada kepolisian bukan KPK. KPK bukan lembaga penyidik untuk mencari pelaku kejahatan teror kepada Novel, bukan korbisnya KPK. Sehingga, kalau ajak KPK itu bukan dalam rangka untuk menemukan pelaku itu dan gak boleh KPK masuk di situ, bukan kewenangannya," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pihaknya tidak membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, melainkan membentuk tim gabungan Polri-KPK. Polri juga tengah memburu seorang lelaki yang dicurigai terlibat.

Tito menyatakan dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Presiden Joko Widodo memintanya untuk menuntaskan kasus Novel sesegera mungkin.

Dan TPF independen yang melibatkan unsur masyarakat, dianggap sejumlah pegiat antikorupsi sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan, yang belum mendapat titik terang, bahkan hampir empat bulan setelah kejadian. (Pon)

Baca berita terkait kasus Novel Baswedan lainnya di: KPK Minta Polri Jelaskan Model Tim Gabungan Kasus Novel

#KPK #Novel Baswedan #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Ada sejumlah 20 orang yang diamankan KPK di wilayah Klaten dan Jakarta. Para pihak yang diamankan di Klaten diperiksa di Mapolresta Klaten
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Berita Foto
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Petugas menunjukkan barang bukti OTT korupsi dugaan suap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Berita Foto
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Petugas menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Berita Foto
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (209) berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jum'at (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Berita Foto
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyotiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dua kali mangkir dari panggilan KPK kasus korupsi pertanahan. KPK buka peluang jemput paksa dan telah sita Rp 106,3 Miliar!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Indonesia
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Indonesia
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Jumlahnya sampai saat ini mencapai Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Indonesia
Dilema Wabup Lindha Benny, Baru 3 Hari Gantikan Mendiang Suami 'Diuji' OTT Klaten
Wabup Klaten Lindha Benny diuji OTT Bupati Hamenang Wajar Ismoyo hanya 3 hari usai dilantik gantikan mendiang suami. Simak rekap berita selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Dilema Wabup Lindha Benny, Baru 3 Hari Gantikan Mendiang Suami 'Diuji' OTT Klaten
Bagikan