Kesehatan

Makanan Ini Boleh Dimakan Sebelum Tidur

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 12 Oktober 2020
Makanan Ini Boleh Dimakan Sebelum Tidur

Perut suka lapar sebelum tidur (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio(

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERKADANG perut sulit diajak kompromi ketika menjelang jam tidur. Padahal menurut para pakar kesehatan, makan yang baik adalah 2-4 jam sebelum tidur. Lalu, apa masih boleh menyantap makanan padahal mata sudah sepet?

Ternyata, menurut pakar tidur Sammy Margo, kita boleh makan di saat kondisi ngantuk berat. Tapi ya bukan makanan seperti nasi padang yang boleh dimakan. Ada beberapa makanan sehat yang tidak masalah kamu konsumsi sebelum tidur. Kabar baiknya, makanan ini tidak akan bikin kamu gendut.

Baca juga:

Kualitas Tidur Kini Bisa Dilacak dengan Fitur Baru Apple Watch

Menurut laman Independent, makanan-makanan tersebut misalnya:

1. Pisang

Pisang juga membantu pencernaan (Foto: pixabay/Alicja)

Meskipun umumnya dianggap sebagai makanan penambah energi, pisang kaya akan magnesium yang berfungsi melemaskan otot. Selain itu, pisang mengandung serotonin dan melatonin, yang memaksimalkan tidur

2. Almond

Lebih baik cemilan almond daripada gorengan (Foto: pixabay/stevepb)

Dikenal sebagai sumber lemak sehat yang hebat, almond juga mengandung triptofan dan magnesium. "Keduanya membantu secara alami mengurangi fungsi otot dan saraf sekaligus juga menstabilkan irama jantung Anda," ujar Margo.

Baca juga:

Jangan Tidur Kalau Rambut Masih Basah!

3. Madu

Cukup konsumsi madu satu sendok (Foto: pixabay/fancycrave)

Satu sendok teh madu sudah cukup untuk merangsang pelepasan melatonin di otak dan mematikan orexin (yang membuat kita tetap waspada), sehingga membantu untuk beristirahat.

4. Oats

Oats baik untuk tubuh (Foto: pixabay/sue v67)

Oats atau gandum kaya akan vitamin, mineral, dan asam amino. Semua kandungan tersebut mampu meningkatkan melatonin yang merangsang tidur. Gandum juga mendorong produksi insulin dan secara alami meningkatkan gula darah.

5. Ayam Kalkun

Kalkun membuat perut kenyang (Foto: pixabay/JESHOOTS.com)

Salah satu sumber triptofan yang paling terkenal ada pada kalkun. Makanan ini merupakan sumber protein yang hebat dan akan membuat merasa kenyang sehingga tidak bangun di malam hari dengan rasa lapar.

Ada yang boleh berarti ada yang tidak boleh. Ketika rasa kantuk berat terjadi dan lapar, jangan mengomsumsi alkohol karena membuat tubuh tidak nyaman. Begitu pula dengan keju yang meningkatkan kewaspadaan otak, sehingga membuat kamu terjaga.

Makanan pedas pantang juga dikonsumsi sebelum tidur karena akan membuat lambung terganggu. Lalu makanan berminyak bisa membuat mulas, dan kafein memacu adrenalin.

Usahakan sebelum tidur pastikan suhu ruangan sejuk atau nyaman, bermeditasi, dan berdoa agar keesokan harinya tubuh merasa fit dan bahagia. (ray)

Baca juga:

Tidur di Lantai Sembuhkan Sakit Punggung, Mitos atau Fakta?

#Makanan #Kesehatan #Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan