Tidur di Lantai Sembuhkan Sakit Punggung, Mitos atau Fakta?
Tidur di Lantai (Foto: Pixabay/Pexels)
SUDAH tidak asing lagi kamu melihat orang Indonesia yang sangat gemar tidur di lantai hanya beralaskan karpet atau kasur tipis. Kebanyakan orang mengatakan hal itu sangat berbahaya bagi tubuh karena bisa menyebabkan masuk angin, nyeri pada punggung, dan sebagainya.
Baca juga:
Nyeri pada punggung pada umumnya disebabkan oleh postur tubuh yang buruk atau kurang gerak. Kebiasaan ini akan terus memberi tekanan besar pada tulang belakang, otot, dan sendi yang mengubah lekukan pada tulang belakang. Akibatnya, muncullah rasa sakit dan nyeri di daerah punggungmu.
Mengutip laman Women's Health, Jennifer L. Solomon, M.D., seorang ahli fisioterapi di Hospital for Special Surgery New York, Amerika Serikat, mengatakan bahwa rebahan di lantai dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meredakan nyeri punggung.
Meski begitu, cara ini mungkin dapat membawa efek samping yang berbeda pada tiap orang. Beberapa orang mungkin bisa merasa lebih nyaman, sementara yang lainnya menganggap tidur diatas kasur lebih empuk dan manjur meredakan rasa sakit mereka.
Meskipun ada sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur di lantai baik untuk sakit punggung, tampaknya itu adalah salah satu dari pengobatan kuno yang masih dipercaya orang. Kate O'Hare, Seorang Chiropractor yang berbasis di Oakville, Ontario, mengatakan bahwa ketika orang-orang kesakitan, mereka mencari posisi yang dianggap bisa mengurangi rasa sakit mereka, termasuk lantai. "Tidur di permukaan yang keras memungkinkan tulang belakang mempertahankan posisi yang netral saat kita tidur."
Baca juga:
Kesimpulannya adalah, tidur di lantai sangatlah boleh jika kamu merasa nyaman untuk meredam rasa sakit, namun apabila untuk jangka panjang sangat tidak disarankan. Berikut beberapa kiat sederhana untuk mendapatkan hasil yang maksimal jika kamu ingin mencoba berbaring di lantai demi meredakan nyeri punggung.
1. Pilih permukaan lantai yang benar-benar datar.
2. Berbaring dengan kedua kaki diluruskan. Jika tidak bisa, letakkan bantal dibawah lututmu.
3. Rentangkan kedua tangan ke samping dengan telapak tangan mengarah ke atas.
4. Tutup mata kamu dan fokus pada semua kontak tubuh ke lantai.
5. Tarik dan hembuskan napas dalam, lambat-lambat.
6. Habiskan lima hingga tujuh menit dalam posisi ini.
(Nic)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya