MerahPutih.com - Setelah hampir dua tahun pandemi, penambahan kasus COVID-19 akhirnya di bawah 200-an pasien.
Data terkini, kasus positif virus corona di tanah air bertambah 186 pada Senin (22/11) menjadi 4.253.598 kasus.
Selain itu, pasien sembuh dari COVID-19 pada hari ini sebanyak 342 orang. Hingga saat ini, 4.101.889 orang telah sembuh.
Sementara jumlah orang meninggal terkait corona juga jauh menyusut yakni bertambah lima orang. Sejak awal pandemi, sebanyak 143.744 orang meninggal karena virus ini.
Baca Juga:
Menlu: Vaksinasi Beri Harapan Kehidupan Akan Segera Kembali
Menyusutnya angka penambahan kasus ini tak lepas dari jumlah penduduk Indonesia yang telah menerima vaksin.
Dari data sampai Sabtu (20/11), dosis kedua mencapai 88.760.197 jiwa.
Pemerintah sendiri menargetkan jangkauan vaksinasi sebesar 208.265.720 jiwa.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, tercatat penambahan 800.080 jiwa yang mendapat vaksin dosis kedua, dan jumlah penerima yang pertama bertambah 622.958 jiwa.
Dengan tambahan tersebut, maka masyarakat yang telah mendapat vaksin dosis pertama mencapai 134.025.009 jiwa. Sementara mereka yang mendapatkan vaksin dosis ketiga, utamanya para tenaga kesehatan, mencapai 1.203.857 jiwa atau bertambah 267 jiwa.
Baca Juga:
Vaksin COVID-19 ke-11 Dapat Izin Darurat BPOM
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kekebalan bersama.
"Bukan suntikan booster yang seharusnya kita cari, tapi booster untuk meningkatkan kekebalan bersama yang harus kita fokuskan saat ini," ujarnya.
Kepada masyarakat yang memang berniat mencari vaksin COVID-19 dosis ketiga, wanita yang juga mantan model ini mengajak untuk melihat kelompok populasi yang lebih memerlukan vaksinasi.
Seperti lanjut usai, pemilik komorbid, penyandang disabilitas, ibu hamil, maupun kelompok anak.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat memikirkan kebutuhan vaksin yang menyasar pada lima juta guru.
Saat ini, diperlukan dosis pertama untuk 370 ribu guru dan 2,3 juta guru untuk mendapatkan vaksin dosis lengkap.
Capaian 100 persen vaksinasi pada kelompok guru dipastikan memengaruhi nasib 60 juta pelajar se-Indonesia.
"Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia sejatinya bukan hanya tentang siapa yang di vaksinasi, tetapi juga tentang siapa saja yang belum divaksinasi," kata Reisa. (Knu)
Baca Juga:
Bakal Diberikan ke Warga, Vaksin Booster Dipastikan Gratis