Lawan Korupsi, ICW Harap Anies-Sandi Teruskan Sistem Gubernur Lalu
Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai, selama lima tahun kepemimpinan Jokowi-Ahok dan Ahok-Djarot, banyak memberikan perubahan progresif dalam tatanan pemerintahan.
Menurutnya, lima tahun ini Ahok-Djarot sudah menghadirkan kepemimpinan yang menerapkan desain sistem e-goverment, e-budgeting, dan e-katalog yang mampu mengurangi celah kasus korupsi. Karena itu, dia berharap di bawah kepemimpinan Anies-Sandi, celah untuk melakukan korupsi semakin tertutup.
"Sistem ini sangat bagus untuk menutup celah korupsi," kata Donal saat ditemui di DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Selasa (17/10).
Diakuinya, dengan penerapan sistem ini Ahok-Djarot mampu mengendalikan permainan anggaran besar Pemprov DKI Jakarta.
"Kita lihat kasus e-budgeting jadi pintu masuk membongkar kasus korupsi pengadaan UPS di Jakarta, kemudian permainan anggaran oknum DPRD Jakarta," katanya.
Dia pun berharap, sistem yang telah diterapkan gubernur periode 2012-2017 itu diteruskan dan dilanjutkan, termasuk kemampuan Ahok-Djarot yang tidak mau berkompromi dengan elite Jakarta.
"Di sisi lain, kemampuan mereka akselerasi di Jakarta tidak berkompromi dengan elite di Jakarta. Saya melihat itu sisi progresif juga," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait Anies-Sandi yang lain di: Anies Ingatkan Siswa untuk Selalu Baca Buku
Bagikan
Berita Terkait
Ketua KPK: Modus OTT kini Menggunakan Pola Layering
Perkuat Asset Tracing, KPK Kembalikan Aset Korupsi Rp 1,53 Triliun ke Kas Negara
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Jaksa Soroti Selisih Harga Chromebook di E-Catalog yang Lebih Mahal daripada Marketplace
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Uang Rp 450 Juta dan USD 30 Ribu dari Vendor Chromebook
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
Bos Maktour Sebut Kuota Haji Tambahan Tanggung Jawab Kemenag
Saksi Beberkan Pertemuan Pimpinan Google dengan Nadiem di Kantor Kemendikbudristek
Eks Wamenaker Noel Bocorkan Partai Ikut Terima Uang Peras K3, Cluenya Ada Huruf 'K'
Terdakwa Nadiem Makarim Bingung Pemilihan OS Laptop Dipermasalahkan