Laba-Laba Kehilangan Penglihatan saat Lapar
Laba-Laba kehilangan sel pada tubuhnya saat lapar. (Foto: Unsplash/Ed van duijn)
MANUSIA kalau kekurangan makan bisa lemas sampai-sampai pandangan menjadi berkunang dan pingsan. Ternyata, laba-laba juga mengalami hal yang sama, kalau terlalu kelaparan mereka bisa hilang pengelihatannya, lho.
Para ahli biologi di University of Cincinnati menemukan bahwa laba-laba yang kekurangan makanan kehilangan sel-sel di tubuhnya yang sensitif terhadap cahaya, yang memiliki peran sangat penting untuk penglihatan tajam mereka.
Baca Juga:
Spesies Baru Laba-Laba Trapdoor Terbesar di Dunia Ditemukan di Australia
Fakta ini ditemukan secara tidak sengaja saat para peneliti memeriksa mata laba-laba menggunakan ophthalmoscope yang dibuat khusus di laboratorium mereka. Mereka menemukan bintik-bintik gelap pada beberapa fotoreseptor laba-laba yang menunjukkan telah memburuk.
"Kamu dapat mengetahui hanya dengan melihatnya bahwa beberapa fotoreseptor telah mati," kata Profesor dari UC College of Arts and Sciences Elke Buschbeck.
Namun, ada keraguan dari para peneliti apakah fotoreseptor benar-benar mati atau hanya memburuk sesaat. Shubham Rathore beralih ke mikroskop elektron untuk memastikan bahwa sel memang sedang sekarat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba-laba yang kurang makan kehilangan lebih banyak fotoreseptor, terutama di bagian retina yang memiliki kepadatan tertinggi. Bagian retina ini setara dengan fungsi makula di mata manusia. "Fotoreseptor sangat mahal. Sulit untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Jika kamu menghilangkan nutrisi mereka, sistemnya gagal," kata Buschbeck.
Baca Juga:
Selain itu, degenerasi makula, penyebab utama kehilangan penglihatan terkait usia pada manusia, juga memiliki hubungan dengan masalah metabolisme dan kesulitan pengiriman energi.
Hal ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana nutrisi dapat mempengaruhi masalah penglihatan terkait usia seperti degenerasi makula. Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kesehatan retina dan saraf serta memberikan model untuk penelitian di masa depan.
"Kekurangan nutrisi dapat memberikan efek kehilangan pengelihatan itu menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan efek dari kekurangan nutrisi," kata rekan peneliti lainnya Anette Stowasser.
Penelitian selanjutnya para peneliti ingin melihat apakah degenerasi dimulai pada jaringan pendukung di sekitar fotoreseptor dan nutrisi apa yang secara khusus mendukung kesehatan visual yang baik. (kmp)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Arkeolog Temukan Bukti Penyintas Letusan Gunung Vesuvius Kembali Tinggal di Reruntuhan Pompeii