Kurikulum, "Kambing Hitam" dalam Dunia Pendidikan Indonesia

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 29 November 2019
Kurikulum,

Setiap tahun agaknya kurikulum masih dijadikan musuh bersama. (Foto: Pexels/Caio Resende)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERDEBATAN tentang pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun selalu sama: kurikulum. Seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua hingga industri menyalahkan kurikulum yang disusun di Indonesia.

Banyak yang beranggapan, bahwa kurikulum yang diterapkan di Indonesia tak sesuai dengan kebutuhan anak. Ada pula yang berasumsi bahwa kreativitas dan bakat anak tidak berkembang karena kurikulum yang salah. Seolah kurikulum hadir hanya sebagai "kambing hitam" di dalam masyarakat. Padahal tak demikian.

Baca Juga:

Ketika Cara Mengajar Guru Tergantikan oleh Aplikasi Mengajar

sekolah
Akademisi dari berbagai latar belakang membahas masa depan pendidikan di Indonesia. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Pengamat Pendidikan, Itje Chodijah menuturkan bahwa kurikulum bukanlah hal yang patut dipersalahkan di dunia pendidikan saat ini. "Kurikulum sebenarnya tidak mengganggu siapa-siapa. Yang mengganggu adalah pemahaman kurikulum dan implementasinya yang seringkali dikaitkan dengan pencapaian kognitif saja," ujarnya ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (28/11). Dirinya menjelaskan, aspek yang diukur dalam kurikulum tidak hanya meminta pencapaian kompetensi kognitif dalam bentuk ujian tetapi juga perilaku dan keterampilan.

Sebagai seorang praktisi pendidikan selama puluhan tahun, Itje melihat bahwa dua poin tersebut seringkali dikesampingkan. Institusi pendidikan hanya menonjolkan hasil ujian sebagai bagian dari kurikulum. Padahal, kompetensi kognitif hanyalah bagian kecil dari poin yang ada dalam kurikulum. "Kurikulumnya sebenarnya tidak meminta begitu tetapi praktiknya yang kemudian menjadi seperti itu," lanjutnya lagi.

"Dalam kurikulum, ada tujuan yang tidak mungkin dicapai melalui penyampaian materi dan ujian yang bersifat materi yakni sikap dan keterampilan," ucapnya.

Senada dengan Itje, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa fokus utama pendidikan saat ini adalah karakter, pengetahuan, dan keahlian. Dirinya menuturkan bahwa pendidikan bukan lagi fokus pada job title.

Baca Juga:

Bikin Betah Belajar, Seperti Inilah Sosok Guru Idaman Milenial

sekolah
Ananto Kusuma Seta ungkap kurikulum terbaru. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

"Jangan-jangan dipersiapkan untuk job A tiba-tiba setelah lulus jobnya sudah tidak ada, digantikan robot. Untuk itu, kita menyiapkan anak yang benar-benar fleksibel," jelasnya ditemui di tempat yang sama. Fleksibilitas tersebut bukan dibangun di kotak-kotak tetapi oleh growth mindset.

Selain itu, meskipun anak-anak akrab dengan teknologi, teknologi tak lagi menjadi fokus utama pendidikan. "Jangan kejar teknologinya karena teknologi berkembang dengan pesat tetapi siapkan anak dengan karakter dan attitude," tuturnya.

Ia mengungkapkan, alasan kenapa anak-anak dipersiapkan dengan karakter dan attitude karena pengetahuan konvensional para siswa bisa digantikan robot di masa depan. "Robot itu digerakkan mesin, sementara manusia itu digerakkan hati. Mesin tidak dapat mengalahkan hati," tukas Ananto. (avia)

Baca Juga:

Guru 'Dipaksa' Tidak Fokus pada Tugasnya

#Anak Sekolah #Sistem Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Hasil survei penelitian IYCTC mendapati 99 persen iklan rokok luar ruang di Jakarta terpasang dalam radius 500 meter dari sekolah, melanggar PP Nomor 28 Tahun 2024 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Indonesia
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Komisi V DPR minta target 2027 ditingkatkan jadi 10.000 rpoyek jembatan demi akses dan keselamatan masyarakat pelosok.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah secara tegas mengatakan informasi tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Indonesia
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Melalui integrasi PAUD ke dalam skema wajib belajar, target besar pemerintah adalah menciptakan pemerataan kualitas pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia demi menyambut generasi emas
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Indonesia
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Presiden menuturkan ratusan jembatan itu dibangun untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana dan wilayah-wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Indonesia
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Hingga saat ini, sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Plus Khadijah Islamic School dan SMK Cyber Media telah membuktikan efektivitas program ini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dengan bantuan konkret agar anak-anak tidak berlama-lama terjebak dalam situasi pendidikan yang tidak layak
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Bagikan