Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000

Jembatan gantung Gelagar Besi yang menjadi akses anak-anak ke sekolah di Desa Sukajaya, Lebak, Banten, Senin (30/1). (Foto Antara/Mohammad Iqbal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi V DPR menyambut baik target pemerintah membangun 5.000 jembatan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

Dukungan tersebut disampaikan legislatif menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait percepatan pembangunan ribuan jembatan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga:

Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah

Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro meminta tahun depan proyek jembatan ditingkatkan hingga dua kali lipat.

"Kami mendukung penuh proyek pembangunan jembatan yang sedang digencarkan pemerintah. Bahkan ke depan jumlahnya perlu terus ditingkatkan. Jika tahun ini targetnya 5.000 jembatan, tahun depan bisa ditambah menjadi 6.000 bahkan 10.000 jembatan," kata Syafiuddin, dalam keterangannya, Kamis (25/6).

Jangan Ada Lagi Anak Sekolah Harus Berjuang Menyeberangi Sungai

Legislator asal Dapil Jawa Timur XI itu juga menyoroti pentingnya pembangunan jembatan bagi keselamatan masyarakat di daerah pelosok.

Baca Juga:

Pelajar Aceh Melawan Maut Demi Sekolah

Terutama, lanjut dia, jaminan keselamatan anak-anak sekolah yang selama ini masih menghadapi risiko saat berangkat dan pulang sekolah akibat keterbatasan infrastruktur, sehingga harus bertarung nyawa untuk mengenyam pendidikan.

Kita berharap tidak ada lagi anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai atau bergelantungan di jembatan gantung yang rusak demi bisa mendapatkan pendidikan. Infrastruktur harus hadir untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat,

Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro.

Jembatan Buka Akses Kesetaraan

Pasalnya, Syafiuddin menilai saat ini masih banyak daerah, khususnya wilayah pelosok dan pedesaan, yang membutuhkan akses jembatan yang layak dan aman.

Menurut Syafiuddin, pembangunan jembatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:

Presiden Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan untuk Siswa Pelosok

Syafiuddin menambahkan kehadiran jembatan yang memadai akan memangkas jarak tempuh masyarakat serta membuka akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

"Masih banyak daerah yang membutuhkan jembatan yang layak. Dengan adanya jembatan yang baik, jarak antarwilayah menjadi lebih dekat dan aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah," tandasnya. (Pon)

#Pembangunan Jembatan #Anak Sekolah #DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Soroti 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Minta BGN Perbaiki Data
BGN perlu melakukan penyisiran dan validasi data secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi celah penerima ganda dalam program MBG.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
DPR Soroti 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Minta BGN Perbaiki Data
Indonesia
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
RUU Sistem Perbukuan diperlukan karena industri perbukuan Indonesia sedang menghadapi persoalan serius.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
Indonesia
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Aparat perlu membongkar dari mana senjata-senjata tersebut berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja pihak yang terlibat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Berita Foto
Pameran Foto Warna-Warna Parlemen 2026 Bertajuk Mengawal dan Mewujudkan Indonesia Emas
Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka (kiri) membuka Pameran Foto Warna-Warni Parlemen #16 Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 03 Agustus 2026
Pameran Foto Warna-Warna Parlemen 2026 Bertajuk Mengawal dan Mewujudkan Indonesia Emas
Berita Foto
Pimpinan DPR Tampung Usulan Aliansi Buruh dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal (kedua kiri) menerima kunjungan dari koalisi buruh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 03 Agustus 2026
Pimpinan DPR Tampung Usulan Aliansi Buruh dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Berita Foto
Pimpinan DPR Dengar Keluhan Guru TK dari IGTKI-PGRI soal Status Honorer
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Umum IGTKI-PGRI, Eka Putri Handayani di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 30 Juli 2026
Pimpinan DPR Dengar Keluhan Guru TK dari IGTKI-PGRI soal Status Honorer
Indonesia
Komisi II Gelar Rapat Dengarkan Keluh Kesah Masalah Kepala Daerah, Ada 3 Isu Yang Dibahas
Rapat tersebut memfasilitasi tiga pokok pembahasan, yakni remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah, sistematika dana bagi hasil, serta peningkatan pendapatan asli daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
 Komisi II Gelar Rapat Dengarkan Keluh Kesah Masalah Kepala Daerah, Ada 3 Isu Yang Dibahas
Indonesia
Kasat di Tangerang Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, DPR Desak Pemecatan
Kasus tersebut harus menjadi momentum bagi Polri untuk melakukan evaluasi dan pembenahan internal secara menyeluruh.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Kasat di Tangerang Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, DPR Desak Pemecatan
Indonesia
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Bagikan