Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, menegaskan bahwa transformasi besar dalam sistem pendidikan nasional melalui penerapan konsep wajib belajar 13 tahun.
Kebijakan ini menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai prioritas baru yang akan menerima dukungan penuh dari pemerintah, baik melalui alokasi anggaran maupun penyediaan fasilitas penunjang yang memadai.
Baca juga:
Lansia hingga Guru Paud Dapat Layanan Transjakarta Gratis, Begini Cara Daftatnya
Alokasi Anggaran dan Sertifikasi Guru
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sektor PAUD seiring dengan perubahan aturan wajib belajar. Langkah ini merupakan jawaban atas kekhawatiran masyarakat mengenai nasib pendidikan anak usia dini yang selama ini belum terakomodasi secara maksimal dalam sistem pendidikan formal.
Negara akan memfokuskan pendanaan pada peningkatan infrastruktur sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik.
"PAUD ini sekarang sudah dalam perhatian karena ada konsep atau aturan wajib belajar 13 tahun. Sehingga PAUD menjadi perhatian artinya ada anggaran yang akan disediakan bagi guru-guru PAUD juga fasilitas PAUD, sekolah-sekolah dan sebagainya," ujar Once Mekel, Senin (4/5).
Program wajib belajar ini secara spesifik menyasar PAUD satu tahun sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). Definisi ini membedakan PAUD wajib belajar dengan kelompok bermain (playgroup) atau tempat penitipan anak biasa. Selain kesiapan fasilitas, pemerintah mewajibkan setiap tenaga pengajar memiliki sertifikasi profesional guna menjamin kualitas pengajaran yang standar secara nasional.
Pembatasan Gawai dan Transformasi Kurikulum
Selain fokus pada infrastruktur, isu penggunaan perangkat elektronik atau gawai pada anak turut menjadi sorotan tajam. Komisi X DPR RI tengah mengkaji rencana kebijakan untuk memberlakukan larangan ketat penggunaan gawai hingga batas usia tertentu demi memitigasi dampak negatif media sosial dan paparan konten buruk.
"Ini kayaknya kita lagi jadikan satu rencana untuk mungkin ada larangan yang ketat ya untuk pemakaian gawai sampai umur-umur tertentu mungkin 16 tahun supaya tidak banyak terpapar ke hal-hal yang buruk di gawai," tegas Once.
Baca juga:
Abdul Mu'ti Mulai Kenalkan Metode Belajar Matematika Untuk PAUD
Upaya ini berjalan beriringan dengan pembenahan kurikulum yang lebih adaptif. Orang tua memiliki peran sentral dalam membatasi akses teknologi pada anak di lingkungan rumah.
Melalui integrasi PAUD ke dalam skema wajib belajar, target besar pemerintah adalah menciptakan pemerataan kualitas pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia demi menyambut generasi emas.