Pilpres 2019

Kritik Revolusi Mental, Demokrat Mantap Jadikan AHY Capres atau Cawapres

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 10 Juni 2018
Kritik Revolusi Mental, Demokrat Mantap Jadikan AHY Capres atau Cawapres

Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi politiknya (Foto: MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara terang benderang mengkritik Jargon Pemerintahan Jokowi-JK "Revolusi Mental" saat menyampaikan orasi politik berjudul "Dengarkan Suara Rakyat" di hadapan kader partai berlambang bintang mercy di JCC, Senayan Jakarta, Sabtu (9/6).

Dalam orasinya, Putra Sulung Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai pemerintahan Jokowi-JK terlalu sibuk mengurusi pembangunan infrastruktur dan terkesan mengabaikan pembangunan manusianya.

Padahal, pembangunan manusia Indonesia, katanya, menjadi fokus awal Jokowi melalui revolusi mentalnya. "Sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia, namun pada perjalanannya kurang mendapat perhatian," ujar AHY.

AHY bersama Kader Partai Demokrat
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) berfoto bersama sejumlah kader partai Demokrat usai menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Pertanyaannya, kemana Revolusi Mental yang menjadi tag linenya pemerintahan Jokowi-JK. "Apa kabar Revolusi Mental," tanya Cagub DKI Jakarta itu.

Dikatakannya, Revolusi Mental Jokowi seperti tenggelam seiring kuatnya arus pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah.

"Hiruk pikuk pembanguan infrastruktur membuat Revolusi Mental kurang diperhatikan," lanjut AHY.

Demokrat Ingin Capres Atau Cawapres

Kritik tajam AHY terhadap Revolusi Mental Jokowi seolah menutup jalur komunikasi politik Jokowi dan Demokrat yang sejak awal menginginkan AHY berdampingan dengan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Menyikapai hal itu, Pengamat Politik Bhineka Institute Ridwan Darmawan menilai, orasi politik AHY sebagai langkah tegas Demokrat yang ngotot ingin mencalonkan AHY sebagai Capres atau Cawapres.

SBY bersama Ibu Ani menyimak pidato AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) bersama Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan (kedua kiri) hadir dalam orasi politik AHY di Jakarta Convention Center, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Sebelumnya niat Demokrat untuk mengusung AHY sebagai Capres atau Cawapres sudah sangat jelas. Apalagi AHY sudah dikukuhkan sebagai Next Leader oleh Demokrat," kata Ridwan saat dimintai keterangan, Sabtu (9/6).

Apakah Demokrat berhasil mengusung AHY sebagai Capres atau Cawapres di Pilpres mendatang, Ridwan menilai itu sesuatu yang memungkinkan.

"Tergantung komunikasi politik Demokrat, dinamika politik kan tidak datar-datar saja, dilihat dari sejumlah survei cukup bagus, tapi belum tentu juga," terangnya.

Sebelumnya, sejumlah opsi peta pertarungan pilpres 2019 mengemuka, Demokrat disebut bakal membuat poros ketiga atau bergabung dengan koalisi yang sudah ada.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Beri Kuliah Umum di Norwegia, Menteri Susi Paparkan Tiga Pilar Perikanan Indonesia

#Agus Harimurti Yudhoyono #Pilpres 2019 #Partai Demokrat
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap bertanggung jawab atas pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), menilai Indonesia masih sanggup membayar utangnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 November 2025
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Indonesia
9 Jurus Menko AHY Pecahkan Kebuntuan Aturan Zero ODOL yang Mandek 16 Tahun
Kebijakan zero ODOL pertama kali direncanakan sejak 2009
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Oktober 2025
9 Jurus Menko AHY Pecahkan Kebuntuan Aturan Zero ODOL yang Mandek 16 Tahun
Indonesia
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Narasi yang beredar menyebut seolah-olah hubungan antara pendiri Partai Demokrat dan Kapolri tidak akrab.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Bagikan