Kriteria Perguruan Tinggi Diakui Dunia
Gedung Rektorat Universitas Andalas, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
MerahPutih.com - Perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang untuk diakui secara internasional. Ada beberapa kriteria nan harus dimiliki tiap perguruan tinggi, agar memiliki nama di tingkat global.
Hal tersebut dipaparkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Baca juga:
Universitas Diminta tak Tergiur Tawaran Pengiriman Mahasiswa Magang ke Luar Negeri
"Pertama, pengajaran di perguruan tinggi harus berstandar internasional," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Abdul Haris di Padang, Selasa (16/4) seperti dilansir Antara.
Menurut Abdul, konsep pengajaran berstandar internasional harus sudah mengedepankan transformasi digital. Ini berarti semua pengajar sudah melek teknologi.
Baca juga:
Universitas di Manila Buka Mata Kuliah Pilihan Kajian Taylor Swift
Selain itu, untuk diakui dunia tiap universitas juga harus memiliki hasil penelitian yang diakui secara global. Ditambah lagi, universitas tersebut mesti memiliki inovasi dalam menemukan solusi untuk permasalahan bangsa.
Tak kalah penting, universitas tersebut harus melahirkan talenta di tingkat global, baik itu dosen maupun mahasiswa. Jejaring yang dimiliki kampus juga wajib di tingkat internasional. Para lulusan pun harus unggul dan kompetitif.
Syarat lainnya ialah sebuah universitas harus mampu meningkatkan jumlah mahasiswa maupun dosen asing. Kontribusi pada peningkatan devisa negara (mahasiswa asing, hilirisasi riset, dan kerja sama internasional) juga harus dilakukan agar dikenal oleh dunia. (ikh)
Baca juga:
Kerja Sama Bank DKI dan Universitas Gunadarma Mudahkan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah
Bagikan
Berita Terkait
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan