Konsumsi Banyak Gula Bisa Pancing 45 Masalah Kesehatan

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 09 April 2023
Konsumsi Banyak Gula Bisa Pancing 45 Masalah Kesehatan

Banyak risiko dari konsumsi gula berlebih. (Foto: Unsplash/Faran)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH jurnal yang diterbitkan oleh penyedia kesehatan global BMJ menganalisis 67 studi observasional, dan enam uji terkontrol secara acak yang merinci 83 hasil kesehatan dewasa dan anak-anak. Mengutip laman Healthline, Jumat (7/4), jurnal baru tersebut menyatakan bahwa mengonsumsi banyak gula bisa menyebabkan hingga 45 masalah kesehatan hingga bersifat kronis.

Lebih lanjut, mereka menemukan hubungan antara konsumsi gula dan 45 hasil kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes, obesitas, asma, depresi, sejumlah kanker seperti kanker payudara, prostat dan pankreas hingga bisa menyebabkan kematian.

Baca juga:

Anak Tak Boleh Terlalu Banyak Konsumsi Gula, Ini Bahayanya

Ingat terlalu banyak konsumsi banyak gula berbahaya bagi tubuh. (Foto: Unsplash/Mathilde)

Para peneliti itu menemukan, bahwa minuman yang diberi pemanis berupa gula, seperti soda, berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi untuk kondisi kesehatan tertentu seperti asam urat, obesitas, dan masalah jantung seperti stroke dan serangan jantung.

“Asupan gula yang berlebihan menempatkan pada risiko lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular, kanker tertentu, penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes, kadar kolesterol tinggi, kerusakan gigi dan penambahan berat badan,” ucap ahli gizi Jamie Nadeau seperti dilansir laman Healthline

Karena berbahayanya dampak minuman dampak, para peneliti merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari satu porsi dalam seminggu.

Lebih lanjut, Panduan Pola Makan untuk Warga Amerika menganjurkan asupan gula harus kurang dari 10 persen dari total kalori. Untuk diet 2.000 kalori standar, jumlah gula harus di bawah 200 kalori. Kemudian, para ahli juga menyarankan untuk menurunkan asupan gula maksimal enam sendok teh per hari.

Baca juga:

Jangan Konsumsi Gula dan Karbohidrat Berlebihan, Ini Bahayanya untuk Otak

Baiknya tidak lebih dari 9 sendok teh konsumsi gula per hari. (Foto: Unsplash/Alexander)

“The American Heart Association sedikit lebih ketat dan merekomendasikan tidak lebih dari 9 sendok teh gula tambahan per hari untuk pria dan tidak lebih dari enam sendok teh gula tambahan per hari untuk wanita,” tambah Nadeau.

Meskipun mengurangi asupan gula, Nadeau juga mengingatkan adalah penting menjaga nutrisi seimbang dan memahami berapa banyak gula yang dikonsumsi. Jika diet terlalu ketat, seseorang dikhawatirkan akan mengonsumsi gula tambahan secara berlebihan ketika diet gula terhenti. (far)

Baca juga:

Gula Berlebih tak Semanis Rasanya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan