Kompak Menyambut Kelahiran si Kecil
Kekompakan pada masa sebelum kehamilan sampai si kecil lahir sangatlah penting. (Foto: Pixabay/freestocks-photos)
PADA masa kehamilan, seorang calon ibu bisa saja merasa stres karena adanya tekanan sosial. Stres pada ibu hamil dapat mengganggu perkembangan janin yang dikandung. Masalah psikologis selama hamil berdampak pada anak seumur hidupnya.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi calon ibu dan ayah untuk mempersiapkan kesehatan mental sebelum menyambut kehadiran buah hati di dunia. Untuk menanggulangi stres pada calon ibu, dibutuhkan kerja sama yang harmonis dan penuh cinta dari pasangan suami istri.
Baca juga:
Seperti yang disampaikan oleh Psychological Health Trainer, William Budiman, “Sejak mulai hamil, kedua pasangan harus mengidentifikasi apa saja jenis dan sumber stres yang mungkin muncul di masa kehamilan. Kemudian bagaimana cara penanganan yang tepat. Lalu bagaimana stres bisa membawa hal positif bagi kesiapan menjadi orang tua yang baik.”
“Kehamilan adalah perjalanan yang membutuhkan kerja sama dari calon ibu dan ayah. Dalam perjalanan masa kehamilan ini ada banyak hal yang harus diperhatikan bersama. Mulai dari pemenuhan nutrisi yang tepat, gaya hidup yang sehat, kesehatan psikologis suami-istri agar siap menjadi orang tua yang positif ,” papar Dr. Ulul Albab, Sp. OG yang juga Sekretaris POGI Jaya.
Tak hanya masalah tekanan saja, namun untuk kekompakan pasangan calon orangtua bayi harus melakukan pembagian tugas ketika si kecil sudah hadir di dunia.
“Kunci penting suksesnya mengasuh bayi baru lahir adalah kekompakan orang tua bayi, dengan berbagi peran dan tugas antara istri dan suami. Sejak sebelum lahir, penting bagi pasangan untuk membahas pembagian tugas mengasuh agar sama-sama tidak kelelahan dan stres. Bahkan termasuk soal pemberian ASI, peran ayah secara fisik dan mental sangat menentukan kemampuan ibu untuk menyediakan ASI bagi sang bayi,” papar Bidan Israna Atika. S.Keb.
Baca Juga:
Edukasi pra-kelahiran yang dilakukan PRENAGEN bersama Mom’s Mingle, ditujukan untuk mempersiapkan dengan matang calon ibu dan ayah di masa transisi menjadi ayah bunda. Mulai dari elemen-elemen kehamilan, persalinan dan kelahiran bayi, serta keahlian dasar tentang parenting. Kegiatan edukasi bagi calon ayah bunda seperti ini dilakukan untuk pembelajaran sebanyak mungkin calon ayah ibu agar dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan bermental positif.
“Periode transisi menjadi ayah bunda memang digambarkan sebagai salah satu transisi paling menantang di dalam kehidupan, saat perubahan besar terjadi di dalam kehidupan calon ayah bunda baru. Banyak cara untuk mempersiapkan pengalaman transisi ini secara positif, termasuk mengetahui apa yang akan datang dan strategi menghadapinya. PRENAGEN ingin selalu menjadi sahabat bagi tiap calon ayah bunda saat menjalani transisi ini,” tutup Sinteisa Sunarjo, Group Business Unit Head for Woman Nutrition KALBE Nutritionals. (psr)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Masalah Anak Picky Eater Ternyata Bisa Diatasi Lewat Permainan Sensorik
Mengintip Keseruan Anak-anak Bermain Air Aliran Sungai Ciliwung Jakarta
Suka Cita Ratusan Anak Ikuti Sunatan Massal di Gedung DPR Jakarta
Atiya Purnomo Rilis Lagu ‘Ayo Garuda’, Persembahan Semangat untuk Timnas Indonesia