MerahPutih.com - Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya berkelakar ihwal isu yang menyebut jika Partai Gerindra dan Partai NasDem berpotensi merger atau bergabung.
Candaan tersebut disampaikan Willy saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Momen itu terjadi ketika Willy yang merupakan anggota Fraksi Partai NasDem mempersilakan anggota DPR untuk menyampaikan pendapat dalam forum rapat. Secara tiba-tiba, ia melontarkan candaan soal kemungkinan merger antara dua partai politik tersebut.
“Gerindra atau NasDem dulu? Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?” kata Willy sambil berseloroh dalam rapat.
Ucapan itu disampaikan Willy setelah melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Baca juga:
Menurut Willy, posisi duduk keduanya yang berdampingan seolah menggambarkan kedekatan antara dua partai tersebut.
"Karena duduknya sebelahan, ya kursi kosong itu bridging, Pak. Silakan," ucap Willy.
Kelakar Willy berlanjut usai Muslim Ayub menyampaikan pandangannya dalam rapat. Ia kembali menyinggung komunikasi yang terjalin antara kader NasDem dan Gerindra dengan menyebut adanya “sahut-menyahut” di antara keduanya.
"Lanjut sebelahnya, sahut menyahut dari Gondangdia ke Brawijaya. Eh, dari Gondangdia ke Kertanegara," celetuknya.
Pernyataan itu merujuk pada lokasi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem yang berada di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, dan kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Isu soal merger Partai NasDem dengan Partai Gerindra belakangan ini menyita perhatian publik. Pasalnya, salah satu pemberitaan menyebutkan bahwa kepemimpinan Surya Paloh tengah digoyang isu pengambilalihan atau akuisisi oleh kekuatan besar.
Bahkan dikabarkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan Februari 2026. (Pon)

